{"id":7944,"date":"2025-06-25T08:24:15","date_gmt":"2025-06-25T01:24:15","guid":{"rendered":"https:\/\/wartasugesti.com\/?p=7944"},"modified":"2025-06-25T09:55:49","modified_gmt":"2025-06-25T02:55:49","slug":"power-nap-tradisi-islam-saat-sains-temukan-sunnah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wartasugesti.com\/power-nap-tradisi-islam-saat-sains-temukan-sunnah\/","title":{"rendered":"Power Nap adalah Tradisi Islam, Pengantar Saat Sains Menemukan Sunnah"},"content":{"rendered":"<p><strong>WartaSugesti.com \/\/ Surabaya<\/strong> &#8211; Istilah power nap kini populer di dunia kerja dan <a href=\"https:\/\/wartasugesti.com\/kesehatan-buruk-koasa-kecam-keras-kerja-kadinkes\/\">kesehatan<\/a> sebagai solusi efektif untuk mengembalikan energi dan fokus di tengah hari. Namun jauh sebelum dunia barat mempopulerkannya, Islam telah mengenal praktik tidur siang ini dengan nama qailulah &#8211; sebuah kebiasaan Nabi Muhammad \ufdfa yang sarat manfaat jasmani dan ruhani.<\/p>\n<p>Apa yang hari ini disebut \u201cpower nap\u201d sesungguhnya adalah bagian dari tradisi Islam yang mulia, hanya saja kini dibahasakan ulang dengan istilah modern.<\/p>\n<p><strong>Qailulah dalam Tradisi Nabi \ufdfa<\/strong><\/p>\n<p>Qailulah secara bahasa berarti tidur sebentar di tengah hari, biasanya sebelum atau sekitar waktu Zuhur.<\/p>\n<p>Dalam praktiknya, qailulah menjadi bagian dari pola hidup Rasulullah \ufdfa dan para sahabat.<\/p>\n<blockquote><p>Nabi \ufdfa bersabda: &#8220;Qailulah-lah kalian, karena setan tidak qailulah.&#8221; (HR. Thabrani dan al-Bazzar \u2013 dinilai hasan oleh al-Haytsami)<\/p><\/blockquote>\n<p>Hadis ini bukan hanya perintah, tetapi juga petunjuk bahwa qailulah menguatkan ruh dan jasad, sedangkan setan justru menjauhinya. Ini menunjukkan bahwa tidur siang singkat bukan tanda kemalasan, tetapi bagian dari strategi spiritual dan fisik umat Islam.<\/p>\n<p><strong>Pandangan Ulama Klasik tentang Qailulah<\/strong><\/p>\n<p><strong>Imam al-Ghazali<\/strong> menjelaskan manfaat qailulah dalam Ihya\u2019 Ulumiddin:<br \/>\n&#8220;Tidur sebentar di siang hari (qailulah) termasuk adab yang baik, dan membantu untuk bangun malam.&#8221; (Ihya\u2019 Ulumiddin, Jilid 1)<\/p>\n<p>Begitu pula <strong>Ibnu Qayyim al-Jauziyyah<\/strong> menyatakan:<br \/>\n\u201cTidur qailulah sangat bermanfaat untuk kesehatan dan membantu menjalankan ibadah malam. Tapi jika berlebihan, manfaatnya justru hilang.\u201d (Zad al-Ma\u2019ad, Jilid 4)<\/p>\n<p>Keterangan para ulama ini memperkuat bahwa qailulah bukan sekadar istirahat, tetapi bagian dari manajemen energi ruhani agar tetap kuat menjalani hari dan malam.<\/p>\n<p><strong>Power Nap: Penemuan Modern atas Sunnah Lama<\/strong><\/p>\n<p>Dalam dunia kesehatan, istilah power nap merujuk pada tidur siang singkat sekitar 10\u201330 menit. Tujuannya adalah mengembalikan kewaspadaan tanpa memasuki fase tidur dalam. Menariknya, manfaat power nap sangat mirip dengan hikmah qailulah yang diajarkan Islam.<\/p>\n<p><strong>Beberapa penelitian modern menunjukkan bahwa:<\/strong><\/p>\n<p><strong>NASA<\/strong> menyimpulkan bahwa tidur siang 10\u201320 menit meningkatkan kewaspadaan pilot hingga 34% dan performa hingga 16%.<br \/>\n\u201cBrief naps significantly improve alertness and performance without disrupting nighttime sleep.\u201d \u2014 NASA Fatigue Countermeasures Program (1995)<\/p>\n<p>Studi dalam Archives of Internal Medicine (2007) oleh Androniki Naska dkk. menyebutkan bahwa tidur siang secara rutin menurunkan risiko kematian akibat penyakit jantung hingga 37%.<\/p>\n<p>Power nap juga membantu memperbaiki suasana hati, memperkuat daya ingat, dan mengurangi stres.<\/p>\n<p><strong>Saatnya Menghidupkan Sunnah dengan Nama Baru<\/strong><\/p>\n<p>Hari ini, banyak orang berusaha sehat dengan mengikuti gaya hidup \u201cbarat\u201d atau tren modern, padahal ajaran Islam sejak 14 abad lalu sudah mengajarkan pola yang seimbang antara kerja, ibadah, dan istirahat. Power nap, yang kini dianggap metode manajemen energi yang efektif, sesungguhnya adalah qailulah yang dilupakan.<\/p>\n<p><strong>Baca juga : <a href=\"https:\/\/m35post.com\/oknum-dokter-rekam-mahasiswi-mandi-hinga-perkosa-pasien\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Permasalahan kasus menimpa dokter, merekam orang mandi hingga pegang area sensitif pasien<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Dengan menghidupkan qailulah, seorang Muslim tidak hanya menjaga kesehatan, tetapi juga menghidupkan sunnah Rasulullah \ufdfa.<\/p>\n<p><strong>Kapan dan Bagaimana Melakukan Qailulah \/ Power Nap<\/strong><\/p>\n<blockquote><p>Waktu terbaik: sekitar pukul 12.00\u201313.00, sebelum salat Zuhur. Durasi ideal: 10\u201330 menit.<\/p><\/blockquote>\n<p>Hindari tidur terlalu lama karena bisa menimbulkan \u201csleep inertia\u201d, yaitu rasa lelah atau pusing setelah bangun.<\/p>\n<p>Kesimpulan: Menghidupkan tradisi islam dengan Ilmu<\/p>\n<p>Power nap bukan sekadar teknik baru dalam dunia kesehatan\u2014ia adalah cerminan dari tradisi Islam yang penuh hikmah. Di tengah dunia yang serba cepat dan melelahkan, qailulah hadir sebagai cara Islami dan ilmiah untuk menjaga keseimbangan hidup.<\/p>\n<blockquote><p>Oh<br \/>\nMenghidupkan qailulah berarti:<br \/>\nMeneladani Rasulullah \ufdfa,<br \/>\nMenjaga kesehatan,<br \/>\nMengelola energi untuk produktivitas dan ibadah.<\/p><\/blockquote>\n<p>Sudah waktunya para kyai, santri, murid sekolah, pengusaha dan semua kaum muslimin mulai menyematkan niat dalam power nap, atau menyelaraskan qoilullah dengan power nap.<\/p>\n<p><strong>Dan<\/strong>&#8230;.<br \/>\nKini saatnya kita berkata dengan bangga:<br \/>\nPower nap adalah tradisi Islam. (dokter Nur Muhammad)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>WartaSugesti.com \/\/ Surabaya &#8211; Istilah power nap kini populer di dunia kerja dan kesehatan sebagai solusi efektif untuk mengembalikan energi dan fokus di tengah hari. Namun jauh sebelum dunia barat mempopulerkannya, Islam telah mengenal praktik tidur siang ini dengan nama qailulah &#8211; sebuah kebiasaan Nabi Muhammad \ufdfa yang sarat manfaat jasmani dan ruhani. Apa yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":15013,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[93,175,89],"tags":[22,84,139,2889,4626,4624,4623,4625],"class_list":["post-7944","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-edukasi","category-agama","category-kesehatan","tag-edukasi","tag-islam","tag-kesehatan","tag-kota-surabaya","tag-power-nap","tag-qailulah","tag-sunnah","tag-tidur-siang"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wartasugesti.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7944","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wartasugesti.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wartasugesti.com\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wartasugesti.com\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wartasugesti.com\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7944"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/wartasugesti.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7944\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15615,"href":"https:\/\/wartasugesti.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7944\/revisions\/15615"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wartasugesti.com\/wp-json\/wp\/v2\/media\/15013"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wartasugesti.com\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7944"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wartasugesti.com\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7944"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wartasugesti.com\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7944"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}