WartaSugesti.com // Balikpapan – Saya hanyalah rakyat kecil. Tidak punya jabatan, tidak duduk di kursi empuk, dan tidak memiliki akses ke lingkaran kuasa.
Namun, ada satu hal yang masih saya punya: kepedulian terhadap negeri ini.
Bagi kami, rakyat jelata, pemimpin itu bukan sekadar wajah yang terpampang di baliho atau suara yang lantang di podium.
Pemimpin adalah sosok yang ucapannya bisa dipercaya, yang ketika berbicara tidak meninggalkan tanda tanya, dan ketika berjanji tidak membuat kami harus menyiapkan hati untuk kecewa.
Seandainya pemimpin memiliki integritas, rakyat seperti saya tidak perlu curiga.
Kalau pemimpin berkata “untuk kesejahteraan rakyat”, maka kami akan percaya tanpa ragu, sebab kami yakin ada tindakan nyata di balik ucapan itu.
Sayangnya, yang sering kami temui justru sebaliknya: janji yang melayang di udara, kata-kata manis yang berujung pahit.
Kami tidak menuntut banyak. Hidup sederhana sudah biasa bagi rakyat kecil seperti kami. Yang kami butuhkan hanyalah kepastian bahwa pemimpin tidak mempermainkan harapan.
Bahwa kebijakan yang dibuat benar-benar berpihak kepada rakyat, bukan hanya menguntungkan segelintir orang di kursi kekuasaan.
Sejarah menunjukkan, negeri ini pernah berdiri tegak berkat pemimpin yang hidup dengan integritas.
Mereka mungkin tidak sempurna, tetapi mereka punya satu hal yang membuat rakyat rela berkorban: kejujuran.
Rakyat percaya, karena mereka tidak pernah mengkhianati kata-katanya sendiri.
Saya menulis ini bukan karena benci pada negeri, justru sebaliknya—karena saya peduli.
Saya ingin negeri ini dipimpin oleh orang-orang yang bisa dipercaya, sehingga kami, rakyat kecil, bisa bekerja tanpa rasa curiga, dan hidup dengan keyakinan bahwa pemimpin kami tidak sedang mempermainkan nasib kami.
Karena bagi rakyat jelata seperti saya, ucapan pemimpin bukan sekadar kata. Ia adalah janji, dan janji itu adalah harapan. Harapan untuk hidup lebih baik di tanah air yang kami cintai.











