WartaSugesti.com // Balikpapan –Permasalahan banjir masih menjadi keluhan masyarakat Kota Balikpapan yang saat ini berusia 129 Tahun. Seperti yang terjadi di kawasan BJBJ, Kelurahan Sungai Nangka, Kecamatan Balikpapan Selatan, Kita Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur.
Seperti yang sampaikan salah satu warga Jalan Asnawi Arbain, Kelurahan Sungai Nangka, Balikpapan Selatan , RT. 30, Soekarso (73), jika hujan turun sekitar 1 jam air meluap kepermukaan hingga selutut orang dewasa.
Tentunya ini sangat meresahkan warga. Padahal didaerah tersebut sudah dilaksanakan proyek Daerah Aliran Sungai (DAS Ampal) yang menelan biaya sekitar Rp. 136 miliar.
Baca juga : Cegah Banjir Watga Dukuh Kuwukan Tagih Janji Pemasangan Box Culvert
Proyek tersebut untuk mengatasi banjir. Tapi masih saja terjadi langganan banjir.
“Parah padahal Pemkot Balikpapan sudah menggelontorkan dana sekitar Rp. 136 miliar melalui proyek DAS Ampal. Tapi masih saja terjadi banjir,” tegas Soekarso kepada media ini, Selasa (17/2/2026).
Menurut warga, banjir ini terjadi sejak tahun 1982 hingga saat ini. Salah satu penyebabnya adalah terjadi pengupasan lahan di daerah sekitar, untuk pembangunan pemukiman maupun perkantoran.
Ia menjelaskan, pada tahun 1982 keadaan drainase depan rumah airnya jernih, sering dimanfaatkan warga untuk menangkap ikan. Tidak ada polusi air dan tidak terjadi sadimentasi. Seiring berjalannya waktu, lingkungan sekitar menjadi rusak dan menjadi langganan banjir.
Hal senada juga disampaikan Pengurus KAHMI Kita Balikpapan, Danang Agung, S.H., M.H. Pemkot Balikpapan harus melakukan evaluasi terkait proyek DAS Ampal. Karena hingga saat ini daerah tersebut masih menjadi langganan banjir.
“Sebagai masyarakat Balikpapan saya prihatin daerah tersebut masih menjadi langganan banjir. Untuk itu Pemkot Balikpapan segera mencarikan solusi dan melakukan evaluasi terkait proyek DAS Ampal,” ujar Danang. (Edy)







