WartaSugesti.com // Surabaya – Tidak Sampai 24 Jam, Bung Taufik mewakili Ormas Madura Asli Sedarah ( Madas ) selaku ketua umum ( Ketum ) dan Wakil Wali Kota Surabaya Armuji Berdamai. Mereka saling memaafkan Selasa, 6/1/2026, setelah sebelumnya heboh usai laporan yang menyerang orang nomor 2 di Surabaya itu pada Polda Jawa Timur, Senin sore (5/1/2026).
Bung Taufik mengatakan dilansir dari Jawapos, bahwa melalui forum mediasi yang digelar Universitas Dr. Soetomo, Surabaya, kedua pihak sepakat mengakhiri polemik dan damai.
“Yang pertama kami di Ormas Madas, kami minta maaf kalau hal-hal ini menjadi tidak kondusifnya atau bahkan membuat gaduh atau justru menjadi kerusuhan. Kami minta maaf,” tutur Taufik, Selasa (6/1/2026).
Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji juga telah mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada ormas Madas.
Berita Sebelumnya : MADAS Akan Laporkan Wakil Wali Kota Surabaya ke Polda Jatim
Armuji menyebut dirinya khilaf karena telah menyinggung Madas saat melakukan sidak ke rumah Nenek Elina.
“Nah, dengan pernyataan kekhilafan saya itu menyebut pada logo Madas maka saya mohon maaf. Namanya orang khilaf, yang tidak ada maksud lain karena 10 kali saya menyebut oknum,” tukas Armuji.
Dengan berakhirnya konflik Madas vs Wakil Wali Kota Surabaya itu, maka simpatisan dan pendukung kedua belah pihak juga harus legowo.
Tidak boleh ada lagi stigma Madura itu preman, dan lebih bijak tentunya jangan mengaitkan suku tertentu atas prilaku oknum yang kebetulan diduga melanggar hukum.
Meski berakhir bagus, perdamaian antara Bung Taufik ditanggapi beragam oleh netizen.
( spam )











