75 / 100 Skor SEO

SUMENEP // Muhammad Shalahuddin atau Lora Mamak, pemuda asal Sumenep Madura itu mendadak menyita perhatian publik. Sebab dia melangsungkan pernikahan dengan putri almarhum Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, yakni Inayah Wahid.

Kabar bahagia ini dibenarkan oleh Mohammad Hosnan Nafie, bagian dari keluarga besar Pondok Pesantren Annuqayah sekaligus Rektor Universitas Annuqayah Guluk-Guluk.

“Ning Inayah Wahid binti KH. Abdurrahman Wahid menikah dengan Muhammad Shalahuddin atau Lora Mamak bin KH. Abd. Warits Ilyas,” ujar KH. Hosnan, Selasa (7/5/2026).

Ia menjelaskan, pernikahan keduanya sebenarnya telah berlangsung sejak awal 2025.

“Keduanya telah diakadkan pada Rabu, 22 Rajab 1446 Hijriah, bertepatan dengan 22 Januari 2025 di Ciganjur dengan wali nikah Umar Wahid,” terangnya.

Meski akad nikah digelar sederhana dan tertutup di Ciganjur, momen kebersamaan keduanya kembali terlihat dalam prosesi resepsi di lingkungan pesantren.

Prosesi pernikahan digelar di Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa Raya, Sumenep, Madura, pada Minggu (5/4/2026).

Momen ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi dua keluarga besar, termasuk saat kunjungan keluarga Gus Dur ke Ponpes Annuqayah usai Lebaran 2026.

“Menyambut kunjungan keluarga besar almarhum KH. Abdurrahman Wahid di PP Annuqayah Guluk-Guluk, sekaligus silaturahmi dua keluarga besar pasangan suami istri,” ungkap KH. Hosnan.

Sosok Lora Mamak pun ikut menjadi sorotan, terutama latar belakang keluarga hingga rekam jejak pendidikannya.

Profil dan Latar Belakang Lora Mamak

Lora Mamak atau Muhammad Shalahuddin merupakan salah satu pengasuh di Pondok Pesantren Annuqayah, di wilayah Lubangsa, Guluk-Guluk, Sumenep.

Mengutip laman resmi Nahdlatul Ulama (NU), ia lahir pada 16 April 1982.

Ia merupakan putra dari almarhum KH. A. Warits Ilyas, ulama yang juga dikenal sebagai tokoh politik dengan reputasi bersih.

Sebagai bagian dari keluarga besar pesantren, Lora Mamak melanjutkan peran ayahnya dalam mengelola pendidikan.

Dalam kesehariannya, ia dikenal menekankan nilai moral, spiritual, serta kemandirian dalam sistem pendidikan pesantren.

Perjalanan pendidikan Lora Mamak terbilang panjang.

Ia menempuh pendidikan dasar hingga menengah di lingkungan Pondok Pesantren Annuqayah, mulai dari Madrasah Ibtidaiyah (MI) hingga Madrasah Tsanawiyah (MTs).

Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan ke Jombang di MAK Tebuireng, sebelum akhirnya memperluas wawasan ke luar negeri dengan menempuh studi di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, mengambil fokus studi Bahasa Arab.

Sekembalinya ke Indonesia, ia melanjutkan pendidikan di sejumlah kampus ternama, yakni UIN Sunan Ampel Surabaya.

Untuk jenjang pascasarjana, ia meraih gelar magister dari Universitas Indonesia, serta menyelesaikan pendidikan doktoralnya di Universitas Gadjah Mada.

Menariknya, ia juga menguasai tiga bahasa asing, yaitu Inggris, Arab, dan Prancis.

Baca juga : 3 Santri Pondok Pesantren Tewas Tergulung Ombak

Karier Akademik dan Politik

Dalam dunia akademik, Lora Mamak dikenal sebagai dosen tetap di Institut Ilmu Keislaman Annuqayah sejak tahun 2015.

Selain itu, ia juga aktif sebagai pengasuh di pesantren Annuqayah, di mana ia melanjutkan tradisi keilmuan sekaligus membina santri.

Di luar dunia pendidikan, ia juga aktif dalam organisasi keagamaan NU, khususnya di wilayah Sumenep.

Kiprahnya di NU juga memperkuat posisinya sebagai tokoh muda yang berperan dalam pengembangan keagamaan dan sosial di tingkat lokal.

Nama Lora Mamak juga pernah mencuat dalam kontestasi politik daerah.

Ia sempat digadang-gadang maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumenep 2020 sebagai calon bupati.

Saat itu, ia menjabat sebagai Ketua DPC PPP Sumenep. Namun, seiring dinamika yang berkembang, ia memutuskan untuk tidak melanjutkan langkahnya dalam bidang tersebut.

Itulah profil lengkap Lora Sumenep, sosok yang kini menjadi suami Inayah Wahid dan tengah menjadi sorotan publik.

Selamat menempuh hidup baru ya, untuk Lora Mamak dan Ning Inayah.

Pernikahan ini mendapat sambutan hangat, terutama dari kalangan pesantren dan keluarga besar Nahdlatul Ulama.

Hubungan dua keluarga besar ini dinilai semakin mempererat jejaring keilmuan dan silaturahmi di lingkungan pesantren.

(Spam)