INDRAMAYU, WartaSugesti.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu di bawah kepemimpinan Bupati Lucky Hakim dan Wakil Bupati Syaefudin memaparkan capaian kinerja periode Januari hingga Juli 2026.
Capaian ini merupakan bagian dari realisasi 14 program percepatan untuk mewujudkan visi Indramayu REANG (Religius, Ekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman, dan Gotong Royong).
”Banyak aspirasi masyarakat saat kampanye yang kini kita wujudkan melalui program percepatan. Semua organisasi perangkat daerah dikerahkan agar pelaksanaannya cepat dan tepat sasaran,” ujar Lucky Hakim, Rabu (26/8/2026)
Sementara itu, Wakil Bupati Syaefudin menegaskan pentingnya kolaborasi antarpihak agar seluruh program prioritas tersebut dapat berjalan optimal hingga akhir periode target.
Baca juga : Proyek Hotmix Misterius di Desa Wanantara Tanpa Papan Informasi Kualitas Dipersoalkan
Baca juga : Jesica Kopi Sianida Ajak Ayah Mirna Berkenalan : Main Dululah Sama Saya
Berikut adalah ringkasan capaian kinerja Pemkab Indramayu sepanjang Januari–Juli 2026:
1. Sektor Kesehatan
Cakupan JKN: Mencapai 99,81% per Agustus 2026, dengan tingkat keaktifan peserta sebesar 78,57% (menuju target 80%).
PBPU-BP: Sebanyak 541.445 jiwa telah terdaftar sebagai peserta Pekerja Bukan Penerima Upah dan Bukan Pekerja (PBPU-BP) yang ditanggung APBD sebesar Rp233,8 miliar.
2. Pertanian dan Ketahanan Pangan
Luas Lahan: Lahan Baku Sawah (LBS) tercatat 124.517 hektare dan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) sebesar 92.888 hektare.
Target Produksi: Menargetkan 1,7 juta ton Gabah Kering Panen (GKP) melalui modernisasi alsinat, irigasi perpompaan, JIAT, dan penataan gilir-giring air.
Komoditas Unggulan: Produksi mangga mencapai rata-rata 114.000 ton per tahun.
3. Infrastruktur dan Lingkungan
Pembangunan Jalan: Perbaikan jalan lingkungan sepanjang 20.298 meter, jalan desa 31.200 meter, dan jalan kabupaten 23.160 meter.
Irigasi & Drainase: Normalisasi sungai/saluran pembuang sepanjang 60.170 meter serta peningkatan irigasi permukaan 6.110 meter.
Penerangan Jalan: Target pemasangan 3.199 titik Penerangan Jalan Umum (PJU) hingga Desember 2026.
4. Pendidikan dan Perumahan
Fasilitas Sekolah: Perbaikan sarana dan prasarana di 322 sekolah (TK, SD, SMP) serta penyaluran bantuan meubelair (2.254 set SD dan 1.856 set SMP).
Sekolah Rakyat: Fasilitas pendidikan di Desa Cikawung, Kecamatan Terisi, kini menampung 370 siswa pada TA 2026 di atas lahan 10 hektare.
Rutilahu: Penanganan 310 unit Rumah Tidak Layak Huni (22 unit APBD Indramayu, 288 unit via BSPS APBN).
5. Investasi, Ekonomi Desa, dan Perikanan
Kawasan Industri: Penyiapan 6 Kawasan Peruntukan Industri (KPI) seluas 14.110 hektare di Sukra, Patrol-Kandanghaur, Losarang, Balongan-Juntinyuat, Krangkeng, dan Tukdana guna mendukung kawasan Rebana.
Koperasi Desa: Terbentuk 200 unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dari target 317 unit. Perlindungan Nelayan: Penyaluran asuransi ketenagakerjaan bagi 1.000 nelayan kecil senilai Rp201 juta (APBD).
6. Tata Kelola Pemerintahan & Ketertiban
Prestasi EPPD: Indramayu meraih peringkat ke-5 nasional dan peringkat ke-3 se-Jawa Barat dalam Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) Tahun 2025. Penegakan Perda: Pengetatan Perda No. 15/2006 tentang Pelarangan Minuman Beralkohol guna menjaga ketertiban masyarakat.
Atas kinerja dan capaian ini, Wartono (48), petani asal Kecamatan Gabuswetan, mengapresiasi penataan irigasi dan gilir-giring air.
“Sebagai daerah pertanian, ketersediaan air pas musim tanam itu vital. Bantuan pompa dan perbaikan saluran irigasi sangat membantu sawah kami. Harapan kami ke depan distribusi pupuk juga makin mudah dan harganya stabil,” tutur Wartono.
Sementara, warga Kecamatan Gabuswetan lainnya, Taupik (35) yang kerap melintas untuk aktivitas, menyambut positif perbaikan jalan dan fasilitas PJU
“Akses jalan antar-desa sekarang jauh lebih nyaman dan PJU bikin jalanan tidak gelap lagi kalau malam. Mobilitas warga jadi lebih aman, tinggal pemeliharaannya saja yang perlu diperhatikan supaya jalannya awet,” ujar Taupik.
Melalui rentetan capaian ini, Pemkab Indramayu berkomitmen menjaga transparansi dan ketepatan sasaran agar setiap program pembangunan memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.





