Bangkalan, wartasugesti.com – Gelar, adalah suatu sebutan yang melekat pada nama seseorang, baik itu gelar akademik, non akademik, dan gelar-gelar strata sosial lainnya.
Gelar akademik adalah sebutan atau tanda kualifikasi yang diberikan oleh institusi pendidikan tinggi (universitas) kepada lulusan yang telah menyelesaikan program pendidikan formal seperti diploma, sarjana, magister, atau doktor.
Gelar non-akademik (sering disebut sebutan profesi atau sertifikasi) adalah gelar yang diberikan oleh lembaga pelatihan, asosiasi profesi, atau badan sertifikasi tertentu setelah seseorang menyelesaikan pendidikan profesi atau lulus uji kompetensi khusus.
Gelar sosial juga ada, yang diberikan oleh lembaga tertentu atau masyarakat secara adat atau keumuman.
Dalam penulisan berita, penulisan gelar secara lengkap hanya pada penyebutan pertama narasumber atau tokoh.
Pada penyebutan selanjutnya di paragraf berikutnya, cukup tuliskan nama lengkap tanpa gelar (atau nama panggilan jika sudah akrab bagi pembaca).
Secara teknis dan etika penulisan gelar pada berita adalah:
1. Gunakan tanda koma (,) untuk memisahkan nama dengan gelar.
2. Bubuhkan tanda titik (.) untuk setiap unsur singkatan gelar.
4. Jika terdapat lebih dari satu gelar, setiap gelar diakhiri dengan titik, lalu pisahkan dengan tanda koma.
Contoh : Dr. Yuliana Santoso, S.E., M.Si.
Gelar itu tak wajib ditulis
Penulisan gelar pada berita tidak wajib dan umumnya tidak dianjurkan dalam kaidah jurnalistik.
Wartawan tidak harus merasa tidak enak jika tak mencantumkan gelar seseorang, demikian pula sebaliknya, siapapun tidak perlu marah jika gelarnya tidak tertulis lengkap.
Mengapa?
Karena media massa lebih mengutamakan prinsip penulisan yang demokratis dan setara, sehingga status atau gelar seseorang biasanya dihilangkan.
Gelar atau pangkat dapat dicantumkan jika sangat relevan dengan peristiwa yang diberitakan.
Misalnya, gelar akademik seorang dokter saat membahas isu medis, atau pangkat militer/kepolisian dalam laporan insiden keamanan.
Media lebih memilih menggunakan jabatan, profesi, atau peran narasumber yang berhubungan dengan konteks berita, seperti “Menteri Keuangan,” “Pakar Ekonomi,” atau “Saksi Mata.”
Baca juga : Ngapain sih wartawan datang tanya-tanya, apa haknya?
Gelar seseorang tidak perlu ditulis dalam berita, kecuali berkaitan langsung dengan konteks peristiwa, atau pangkat resmi seperti pejabat negara, TNI, dan Polri.
Menurut prinsip jurnalistik, penulisan gelar dihindari agar bahasa berita tetap efektif, demokratis, dan ekonomis kata.
Gelar tetap dicantumkan jika sangat relevan dengan substansi berita, seperti pakar yang diwawancarai untuk isu spesifik, tokoh agama (Kyai, Romo), atau gelar kebangsawanan.
Gelar atau Pangkat dan jabatan resmi, seperti Presiden, Menteri, atau pangkat militer/kepolisian, biasanya ditulis untuk mengidentifikasi kapasitas narasumber.
Penulisan gelar menjadi penting agar informasi yang disampaikan tidak hanya akurat, tetapi juga sesuai dengan tata bahasa yang berlaku.
Penulisan Gelar Diploma
Gelar diploma diperoleh dari pendidikan vokasi, yaitu pendidikan tinggi yang menunjang penguasaan keahlian terapan tertentu.
Contoh gelar diploma:
Ahli Pratama (A.P.) untuk program diploma satu (D-1).
Ahli Muda (A.M.) untuk program diploma dua (D-2).
Ahli Madya (A.Md.) untuk program diploma tiga (D-3).
Sarjana Terapan (S.Tr.) untuk program diploma empat (D-4).
Magister Terapan (M.Tr.) dan Doktor Terapan (Dr.Tr.).
Penulisan Gelar Sarjana
Gelar sarjana mencantumkan huruf “S” diikuti inisial rumpun ilmu atau program studi.
Contohnya:
Sarjana Ekonomi, S.E.
Sarjana Hukum, S.H.
Sarjana Teknik, S.T.
Sarjana Pendidikan, S.Pd.
Sarjana Komputer, S.Kom.
Sarjana Kedokteran, S.Ked.
Penulisan Gelar Magister
Gelar magister ditandai dengan huruf “M” yang diikuti inisial bidang studi.
Contohnya:
Magister Manajemen, M.M.
Magister Sains, M.Si.
Magister Hukum, M.H.
Magister Pendidikan, M.Pd.
Magister Teknik, M.T.
Beberapa gelar dari luar negeri yang umum ditemukan di Indonesia antara lain:
Bachelor of Arts, B.A.
Bachelor of Science, B.Sc.
Bachelor of Engineering, B.Eng.
Magister Luar Negeri
Master of Arts, M.A.
Master of Science, M.Sc.
Master of Business Administration, M.B.A.
Doktor Luar Negeri
Doctor of Philosophy, Ph.D.
Doctor of Education, Ed.D.
(spam)





