75 / 100 Skor SEO

Ujung Galuh, wartasugesti.com – Halo kawan-kawan yang beriman, Nabi diperkirakan mencapai 124.000 orang, sedangkan jumlah Rasul adalah 315 orang.

Mengapa harus tahu jumlah Nabi dan Rasul?

Mengetahui jumlah dan kisah para Nabi dan Rasul sangat penting sebagai bagian dari Rukun Iman yang berfungsi untuk memahami sejarah ketauhidan, mengambil teladan akhlak mulia, dan menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan beragama.

Dalam sebuah riwayat yang bersumber dari Abu Dzar Al-Ghifari RA, dia pernah bertanya kepada Rasulullah SAW mengenai jumlah para Nabi.

Rasulullah SAW menjawab:
“Jumlah para Nabi itu adalah 124.000 (seratus dua puluh empat ribu) nabi.” Lalu beliau bertanya lagi: “Berapa jumlah Rasul dari mereka?” Beliau menjawab: “313 (tiga ratus tiga belas) orang, jumlah yang sangat banyak.” (HR. At-Tirmidzi, dan disahihkan oleh Ibnu Hiban)

 

Dalam riwayat lain dari Abu Umamah Al-Bahili RA, Rasulullah SAW bersabda mengenai rasul dari golongan tersebut;
“Para Rasul dari (jumlah) itu adalah 315 (tiga ratus lima belas) banyaknya.” (HR. Ahmad, no. 22288).

Baca ulasan lain : Kotor Tak Selalu Najis

Perbedaan Nabi dan Rasul

Nabi adalah seseorang yang diberikan wahyu oleh Allah SWT untuk dirinya sendiri dan diamalkan, namun tidak memiliki kewajiban untuk menyampaikannya kepada umat manusia.

Rasul adalah seseorang yang diutus oleh Allah SWT dengan menerima wahyu, dan memiliki kewajiban untuk menyampaikan syariat tersebut kepada umat manusia.

Terdapat 25 nama nabi dan rasul yang wajib diimani.

Mereka diutus untuk menyampaikan ajaran tauhid kepada umat manusia pada masanya masing-masing.

  1. Adam AS
  2. Idris AS
  3. Nuh AS
  4. Hud AS
  5. Saleh AS
  6. Ibrahim AS
  7. Luth AS
  8. Ismail AS
  9. Ishaq AS
  10. Ya’qub AS
  11. Yusuf AS
  12. Ayyub AS
  13. Syu’aib AS
  14. Musa AS
  15. Harun AS
  16. Zulkifli AS
  17. Nabi
  18. Daud AS
  19. Sulaiman AS
  20. Ilyas AS
  21. Ilyasa AS
  22. Yunus AS
  23. Zakaria AS
  24. Yahya AS
  25. Isa AS
  26. Muhammad SAW

Beriman? Harus hafal dunks

Iman Kepada Rasul-Rasul Allah adalah meyakini bahwa Allah telah mengutus para rasul untuk menyampaikan ajaran dan petunjuk bagi umat manusia.

Surat An-Nahl Ayat 36
وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِى كُلِّ أُمَّةٍ رَّسُولًا أَنِ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ وَٱجْتَنِبُوا۟ ٱلطَّٰغُوتَ ۖ فَمِنْهُم مَّنْ هَدَى ٱللَّهُ وَمِنْهُم مَّنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ ٱلضَّلَٰلَةُ ۚ فَسِيرُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ فَٱنظُرُوا۟ كَيْفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلْمُكَذِّبِينَ

Wa laqad ba’aṡnā fī kulli ummatir rasụlan ani’budullāha wajtanibuṭ-ṭāgụt, fa min-hum man hadallāhu wa min-hum man ḥaqqat ‘alaihiḍ-ḍalālah, fa sīrụ fil-arḍi fanẓurụ kaifa kāna ‘āqibatul-mukażżibīn

Artinya: Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu”, maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).

(spam)