Jarak antara adzan dan iqamah memang tidak ada durasi baku yang mengikat dalam syariat. Namun hal ini perlu diketahui dan menjadi perhatian para takmir masjid, karena kenyamanan jamaah merupakan tanggung jawabnya (beramal dengan ilmu).
Jarak ideal antara adzan dan iqamah umumnya berdurasi sekitar :
- Subuh: 15 hingga 20 menit (memberikan waktu lebih lama agar jemaah bisa bangun dan bersiap).
- Zuhur dan Asar: Sekitar 10 hingga 15 menit.
- Magrib: Sekitar 5 hingga 10 menit (waktu yang singkat agar jemaah bisa segera salat sebelum waktu magrib habis) dan
- Isya: Sekitar 10 hingga 20 menit.
Jeda ini ditujukan agar jemaah memiliki waktu untuk bersiap-siap dan menuju masjid, memberi kesempatan jamaah Salat Sunah dan Bersuci:
Berdasarkan kesepakatan takmir dan warga setempat, jarak ini dapat ditambah jika kondisi atau ada kegiatan tertentu memerlukannya.
Terdapat beberapa pedoman dan anjuran dalam hadits terkait jeda adzan dan iqamah:
Hadist Waktu Makan yang Santai: Rasulullah ﷺ bersabda kepada Bilal bin Rabah,”
اجْعَلْ بَيْنَ أَذَانِكَ وَإِقَامَتِكَ قَدْرَ مَا يَفْرُغُ الْآكِلُ مِنْ أكلِه فِي مَهَلٍ
“Ij’al baina adzaanika wa iqoomatika nafsan, qadra maa yaqdhii al-mu’tashiru haajatahu fii mahlin, wa qadra maa yufarighu al-aakilu min tha’aamihi fii mahlin.”
Artinya:”Jadikanlah antara adzanmu dan iqomahmu ukuran waktu seukuran selesainya orang yang makan dari makannya dengan tidak tergesa-gesa.”(Hadits ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi.
Rasulullah ﷺ bersabda:
بَيْنَ كُلِّ أَذَانَيْنِ صَلاَةٌ ـ ثَلاَثًا
ـ لِمَنْ شَاء
(Ada shalat antara dua adzan—beliau mengatakannya tiga kali—bagi siapa yang ingin shalat). (HR. Bukhari no. 624)
Ini menganjurkan agar jeda dimanfaatkan untuk shalat sunnah seperti qabliyah atau sunnah wudhu.
Rasulullah ﷺ bersabda:
لَا يُرَدُّ الدُّعَاءُ بَيْنَ الْأَذَانِ وَالْإِقَامَةِ
(Tidak akan tertolak doa antara adzan dan iqamah). (HR. Abu Daud no. 437
Umat Islam sangat dianjurkan menggunakan jeda ini untuk bermunajat dan memohon ampun.
Baca juga : Bolehkah Leasing Tarik Paksa Kendaraan Debitur? Ini Acuannya
Lafal Adzan dikumandangkan perlahan dengan jeda antar kalimat:
اَللَّهُ أَكْبَرُ، اَللَّهُ أَكْبَرُ (٢x)
Allaahu Akbar, Allaahu Akbar (2x)
Artinya: Allah Maha Besar, Allah Maha Besar.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ (٢x)
Asyhadu an laa ilaaha illallaah (2x)
Artinya: Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah.
أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ (٢x)
Asyhadu anna Muhammadar Rasuulullah (2x)
Artinya: Aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah.
حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ (٢x)
Hayya ‘alash-shalaah (2x)
Artinya: Mari mendirikan shalat.
حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ (٢x)
Hayya ‘alal-falaah (2x)
Artinya: Mari menuju kemenangan.
اَللَّهُ أَكْبَرُ، اَللَّهُ أَكْبَرُ (١x)
Allaahu Akbar, Allaahu Akbar (1x)
Artinya: Allah Maha Besar, Allah Maha Besar.
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ (١x)
Laa ilaaha illallaah (1x)
Artinya: Tiada Tuhan selain Allah.
Khusus untuk Adzan Subuh, setelah lafal Hayya ‘alal-falaah, ditambahkan bacaan
اَلصَّلَاةُ خَيْرٌ مِنَ النَّوْمِ
Ash-shalaatu khairum minan-nauum (2 kali)
Artinya: Shalat itu lebih baik daripada tidur.
(







