WARTASUGESTI // Zakat fitrah merupakan salah satu rukun Islam yang wajib ditunaikan oleh setiap Muslim yang telah baligh dan mampu. Zakat fitrah memiliki tujuan untuk membersihkan diri dari dosa dan mensucikan diri menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Firman Allah SWT dalam Al Quran ;
وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ وَارْكَعُوْا مَعَ الرّٰكِعِيْنَ
Wa aqīmuṣ-ṣalāta wa ātuz-zakāta warka‘ū ma‘ar-rāki‘īn(a).
“Dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang yang rukuk.” (QS. Al-Baqarah: 43).
Hadist Nabi Muhammad SAW
بُنِيَ الإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ، وَإِقَامِ الصَّلَاةِ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ، وَحَجِّ البَيْتِ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ
Artinya: “Islam dibangun di atas lima (perkara): Bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, haji (ke Baitullah), dan puasa Ramadhan.”
Baca juga : Makna Bulan Suci Ramadhan Bagi Seorang Advokat
Berikut 4 hal penting yang perlu diketahui tentang zakat fitrah:
1. Waktu Wajib Membayar Zakat Fitrah:
- Waktu wajib membayar zakat fitrah dimulai dari terbenamnya matahari pada akhir bulan Ramadhan hingga terbitnya matahari pada hari pertama bulan Syawal.
- Umat Islam dianjurkan untuk membayar zakat fitrah sedini mungkin, preferably sebelum shalat Idul Fitri.
Dasar Hadits
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ خَالِدِ بْنِ عَثْمَةَ، حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ يَعْقُوبَ، عَنْ أَبِي حَازِمٍ، عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ:
“فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنْ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ، مَنْ أَدَّاهَا قَبْلَ الصَّلَاةِ فَهِيَ زَكَاةٌ مَقْبُولَةٌ، وَمَنْ أَدَّاهَا بَعْدَ الصَّلَاةِ فَهِيَ صَدَقَةٌ مِنْ الصَّدَقَاتِ”
(رواه أبو داود)
Terjemahan Hadits
“Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al-Mutsanna, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Khalid bin ‘Atsmah, telah menceritakan kepada kami Musa bin Ya’qub, dari Abu Hazim, dari Ibnu Abbas, ia berkata:
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mewajibkan zakat fitrah untuk mensucikan orang yang berpuasa dari bersenda gurau dan kata-kata keji, dan juga untuk memberi makan orang-orang miskin. Barangsiapa yang menunaikannya sebelum shalat (Id), maka itu adalah zakat yang diterima. Dan barangsiapa yang menunaikannya setelah shalat, maka itu hanya dianggap sebagai sedekah biasa.” (HR. Abu Dawud No. 1609)
2. Besaran Zakat Fitrah:
- Besaran zakat fitrah adalah 1 sha’ atau setara dengan 2,5 kg makanan pokok.
- Di Indonesia, zakat fitrah umumnya dibayarkan dengan beras.
- Boleh juga membayar zakat fitrah dengan uang senilai dengan harga 2,5 kg beras di daerah setempat.
Dasar Hadits
فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الفِطْرِ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ، أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ عَلَى العَبْدِ وَالحُرِّ، وَالذَّكَرِ وَالأُنْثَى، وَالصَّغِيرِ وَالكَبِيرِ مِنَ المُسْلِمِينَ
Faradha Rasūlullāhi shallallāhu ‘alaihi wa sallama zakātal fithri shā‘an min tamrin, au shā‘an min sya‘īrin ‘alal ‘abdi wal hurri, wadz dzakari wal untsā, wash shaghīri wal kabīri minal muslimīn.
Terjemahan:
“Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah (pada bulan Ramadhan) sebanyak satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum atas tiap-tiap orang muslim, baik merdeka maupun hamba, laki-laki maupun perempuan, kecil maupun besar” (HR. Bukhari & Muslim).
3. Kepada Siapa Zakat Fitrah Dibagikan:
- Zakat fitrah dibagikan kepada fakir miskin dan orang-orang yang membutuhkan.
- Prioritas utama dalam pembagian zakat fitrah adalah fakir miskin yang tidak memiliki penghasilan dan tidak memiliki harta yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pokoknya.
Dasar Hadits
۞ اِنَّمَا الصَّدَقٰتُ لِلْفُقَرَاۤءِ وَالْمَسٰكِيْنِ وَالْعَامِلِيْنَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوْبُهُمْ وَفِى الرِّقَابِ وَالْغَارِمِيْنَ وَفِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَابْنِ السَّبِيْلِۗ فَرِيْضَةً مِّنَ اللّٰهِ ۗوَاللّٰهُ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ
Innamas-sadaqātu lil-fuqarā’i wal-masākīni wal-‘āmilīna ‘alaihā wal-mu’allafati qulūbuhum wa fir-riqābi wal-gārimīna wa fī sabīlillāhi wabnis-sabīl(i), farīḍatam minallāh(i), wallāhu ‘alīmun ḥakīm(un).
“Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, para amil zakat, orang-orang yang dilunakkan hatinya (mualaf), untuk (memerdekakan) hamba sahaya, untuk (membebaskan) orang yang berutang, untuk jalan Allah dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai kewajiban dari Allah. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.”
4. Hal-hal yang Mengharuskan Seseorang Membayar Zakat Fitrah:
- Muslim yang telah baligh.
- Muslim yang mampu atau memiliki harta yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pokoknya dan kebutuhan keluarganya.
- Muslim yang hidup pada malam dan siang hari di bulan Ramadhan.
Menunaikan zakat fitrah merupakan kewajiban bagi setiap Muslim. Dengan memahami hal-hal penting tentang zakat fitrah, diharapkan dapat membantu umat Islam dalam menjalankan kewajibannya dengan baik dan tepat.
(spam)







