WartaSugesti.com // Batu Hajar Aswad atau Black Stone atau الحجر الأسود, adalah Batu suci ini terletak di sudut timur laut Ka’bah, Mekkah, dan menjadi penanda dimulainya ibadah tawaf.
Batu Hajar Aswad dipercaya sebagai batu dari surga yang disematkan oleh Nabi Ibrahim Alaihissalam (AS) saat membangun Ka’bah.
Hajar Aswad disebut sebagai simbol monoteisme, (mono (tunggal) dan theos (tuhan)).
Hajar Aswad dan bukan objek penyembahan, melainkan titik mulia untuk memulai tawaf.
“Demi Allah, Allah akan mengutus batu tersebut pada hari kiamat dan ia memiliki dua mata yang bisa melihat, memiliki lisan yang bisa berbicara dan akan menjadi saksi bagi siapa yang benar-benar menyentuhnya.” (HR. Tirmidzi no. 961, Ibnu Majah no. 2944).
Dari Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu, ia mendatangi Hajar Aswad lalu menciumnya dan berkata:
“Sungguh aku mengetahui bahwa kamu hanyalah batu yang tidak bisa mendatangkan mudharat maupun manfaat. Namun kalau bukan karena aku telah melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menciummu tentu aku tidak akan menciummu.” (HR. Bukhari no. 1494 & Muslim no. 1270).
نَزَلَ الْحَجَرُ الأَسْوَدُ مِنَ الْجَنَّةِ وَهُوَ أَشَدُّ بَيَاضًا مِنَ اللَّبَنِ، فَسَوَّدَتْهُ خَطَايَا بَنِي آدَمَ
Transliterasi
Nazala-l-hajaru-l-aswadu mina-l-jannati wa huwa asyaddu bayāḍan mina-l-labani, fa sawwadat-hu khaṭāyā banī ādama.
“Hajar Aswad turun dari surga padahal batu tersebut begitu putih lebih putih daripada susu. Dosa manusialah yang membuat batu tersebut menjadi hitam.” [HR. Tirmidzi no. 877]
Bentuk Hajar Aswad saat ini terdiri dari beberapa kepingan yang disatukan dan diikat dalam bingkai perak.
Para ilmuwan mencoba mengungkapkan secara sains lewat pengkategorian dan asal usul batu tersebut.
Sejumlah ahli berpendapat Hajar Aswad masuk sebagai batu meteor atau meteorit. Kesimpulan ini mengacu kisah batuan tersebut yang berasal dari surga.
Fakta sejarah yang menyebutkan adanya jejak-jejak meteorit dekat Ka’bah, tempat Hajar Aswad berada.
E. Thomsen dalam studi “New Light on the Origin of the Holy Black Stone of the Ka’ba” (1980) mengatakan peneliti bernama Philby di Al-Hadidah menemukan kawah tumbukan meteor yang kemudian disebut Wabar pada 1932.
Kawah itu dilaporkan berukuran lebih dari 100 meter, dan beberapa pecahannya ditemukan berada di sekitar kawah dan gurun.
Pecahannya terbentuk dari leburan pasir dan silika yang bercampur dengan nikel.
Thompson mengatakan campuran itu akan menampilkan warna putih pada lapisan di dalamnya, bagian luarnya terbungkus dengan cangkang hitam.
Warna hitam pada batuan berasal dari nikel yang didapatkan dari ledakan Nikel serta Ferum (besi) di luar angkasa.
Thomsen juga mengatakan ciri-ciri pecahannya sesuai dengan gambaran Hajar_Aswad.
Warna putih yang dipancarkan dari Hajar Aswad kemungkinan dari paparan bagian inti campuran zat kimia itu,
Lapisan warna putih tidak akan tahan lama dan membuatnya berada di bagian bawah lapisan hitam.
Jadi pada akhirnya memang hanya tersisa batu dengan warna hitam saja.
“Sementara itu, bintik putih pada Hajar Aswad adalah sisa kaca dan batu pasir. “Batu meteor itu kemungkinan batu yang sama dengan Hajar Aswad,” tulis Thomsen.
Pada penelitian lain mencoba menjelaskan usia batuan itu.
Disebutkan usianya sama dengan jangkauan pengamatan Arab kuno, dan kemungkinan dibawa ke Makkah lewat Oman.
Namun teori Hajar_Aswad adalah meteor juga punya kelemahan.
Karena batu meteor tidak mengapung, tidak pecah menjadi pecahan kecil, hingga sulit menahan erosi.
(spam)
Baca juga : Pegawai SPBU di Surabaya Hina Wartawan






