76 / 100 Skor SEO

Banjarmasin, wartasugesti.com – Edukasi tentang kebakaran untuk mayarakat. BISMILLAH.
Alhamdulillahirobbil ‘alamin
Allahumma sholli ‘ala Sayyidina Muhammad wa ‘ala ali Sayyidina Muhammad.

Pendahuluan
Musim panas sudah mulai, kewaspadaan terhadap kebakaran makin ditingkatkan.

Walau musim mulai panas, namun musim hujan pun bukan berarti aman dari api, mencegahnya tentu lebih baik.

Rumah adalah tempat kita berlindung dan menenangkan hati.
Namun dalam sekejap, api bisa merenggut semua itu jika kita lalai.

Setiap kebakaran besar, selalu berawal dari api kecil dan kelalaian yang dianggap sepele.
Mari kita jadikan pengingat ini sebagai bentuk ikhtiar.
Menjaga nyawa dan harta adalah amanah.

A. Pencegahan

Sedia payung sebelum hujan

1. Kelistrikan
Cek rutin: Ganti kabel yang retas, retak, atau gosong. Rumah >10 tahun wajib cek instalasi.
-No overload: 1 stopkontak max 2-3 alat ringan. Magicom, setrika, AC = colok langsung ke dinding.
– Cabut colokan: Charger, TV, dispenser dicabut saat tidur/ditinggal.
– Pakai SNI: Hindari kabel/colokan murah. Tembaganya tipis, gampang panas.

2. Gas & Kompor
– Jangan ditinggal: Prinsip 3D = Dekat, Ditinggal, Dilupakan = BAHAYA.
– Cek kebocoran: Oles selang/regulator pakai air sabun. Kalau berbusa = bocor.
– Ventilasi: Pastikan dapur ada sirkulasi udara.

3. Persiapan Rumah
– Ada APAR: Sediakan 1 tabung APAR 3kg tipe ABC di dapur. Cek expired.
– Hafal jalur keluar: Pastikan pintu/jalan evakuasi tidak terhalang.
– Jauhkan sumber api: Lilin, rokok, korek jauh dari kain, kertas, bensin.
– No rokok di kasur/sofa.

4. Lingkungan
– Akses Damkar: Gang jangan disempitkan motor/gerobak.
– Sedia air: Ember/toren di halaman buat jaga-jaga.

B. Pertolongan ketika kebakaran
Ingat: R.A.C.E_

1. R = Rescue : Selamatkan diri & keluarga dulu. Teriak “KEBAKARAN!”.
Kalau banyak asap: merangkak + tutup hidung pakai kain basah.

2. A = Alarm : Hubungi Damkar 113 atau 112. Sebut alamat lengkap RT/RW.

3. C = Confine : Tutup pintu/jendela ruangan terbakar saat keluar. Cabut MCB jika aman.

4. E = Extinguish : Padamkan hanya jika api masih kecil.
– Api minyak/kompor: Tutup kompor pakai tutup panci/kain basah atau APAR.
– Api listrik: Matikan listrik dulu. Pakai APAR,
– Api kayu/kertas: Pakai air/APAR.
– Teknik APAR = PASS: _Pull_ cabut pin, _Aim_ ke dasar api, _Squeeze_ tekan, _Sweep_ sapu.

C. Pemulihan Pasca Kebakaran

1. Keamanan
– Jangan masuk bangunan sebelum dipastikan aman, karena khawatir struktur bisa roboh. Pastikan/cek dulu

– Pakai APD : Masker N95, sarung tangan, sepatu. Debu bekas bakar beracun.
– Cek kesehatan: Ke Puskesmas jika sesak atau luka bakar.

2. Hubungi PLN: Minta cek ulang instalasi sebelum listrik nyala.
– Minta bantuan: Hubungi BPBD Dinsos , dll

3.Bersihkan: Buang barang kena jelaga/racun. Ventilasi rumah beberapa hari.
– Evaluasi: Cari penyebab & perbaiki instalasi biar tidak terulang.
– Saling menguatkan: Sabar, banyak istighfar. Harta bisa dicari, nyawa tidak..
-Hendaknya keluarga bersama masyarakat dan pemerintah bahu membahu menolong korban kebakaran baik berupa santunan atau juga pemulihan fisik maupun mental korban bencana.

Baca juga : Kotor Tak Selalu Najis

Nomor Penting Disimpan:
Damkar 113 | Darurat 112 | PLN 123

Semoga Allah Taala jauhkan kita semua dari musibah kebakaran. Aamiin.

D. Doa terhindar dari bahaya kebakaran

Doa utama yang sering diamalkan untuk memohon perlindungan dari kebakaran adalah doa yang bersumber dari kisah Sahabat Nabi, Abu Darda’ (diriwayatkan oleh Thalaq bin Habib).

Amalan ini diyakini sebagai ikhtiar perlindungan dari berbagai mara bahaya termasuk api.

Berikut adalah lafal, bacaan latin, dan arti doa tersebut:

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، عَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَأَنْتَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، مَا شَاءَ اللَّهُ كَانَ، وَمَا لَمْ يَشَأْ لَمْ يَكُنْ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ. أَعْلَمُ أَنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، وَأَنَّ اللَّهَ قَدْ أَحَاطَ بِكُلِّ شَيْءٍ عِلْمًا. اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِي، وَمِنْ شَرِّ كُلِّ دَابَّةٍ أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهَا، إِنَّ رَبِّي عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمٍ

Latin: Allahumma anta rabbi, la ilaha illa anta, ‘alaika tawakkaltu wa anta rabbul ‘arsyil ‘azhim. Ma sya’allahu kana wa ma lam yasya’ lam yakun, la hawla wa la quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘azhim. A’lamu annallaha ‘ala kulli syay-in qadir, wa annallaha qad ahatha bikulli syay-in ‘ilma. Allahumma inni a’udzu bika min sharri nafsi, wa min sharri kulli dabbatin anta akhidhun binashiyatiha, inna rabbi ‘ala siratin mustaqim.

Arti: “Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tiada Tuhan selain Engkau. Kepada-Mu aku bertawakal dan Engkau adalah Tuhan Arasy yang Agung. Apa yang dikehendaki Allah pasti terjadi, dan apa yang tidak dikehendaki-Nya pasti tidak akan terjadi. Tidak ada daya dan upaya melainkan dengan kekuasaan Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Aku mengetahui bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan ilmu Allah benar-benar meliputi segala sesuatu. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari keburukan diriku dan dari kejahatan semua makhluk yang ubun-ubunnya berada dalam genggaman-Mu. Sesungguhnya Tuhanku berada di jalan yang lurus.

Cara Mengamalkan & Tips Tambahan:

Waktu Membaca: Dianjurkan untuk dibaca secara rutin setiap pagi dan petang agar senantiasa mendapat perlindungan.

Ikhtiar Lahiriah: Selain berdoa, lengkapi ikhtiar Anda dengan senantiasa melakukan tindakan pencegahan konkret.

Pastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi aman, jauhkan pemantik api dari jangkauan anak-anak, dan selalu periksa kompor serta regulator gas sebelum tidur atau bepergian.

(Juna)