SURABAYA // Kepala satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya Achmad Zaini membantah anggotanya menyita dagangan makanan pedagang Pasar Karang Menjangan.
Satpol PP Surabaya akhirnya buka suara soal razia di Pasar Karang Menjangan (Karmen) yang katanya turut menyita barang dagangan lontong sayur dan kikil milik pedagang.
Pengakuan pedagang itu sempat viral di media sosial. Ia memastikan tidak ada lontong sayur dan kikil yang dibawa.
“Nggak ada lontong sayur sama kikil. Sebagian kecilnya yang terkumpul, bukan semuanya dibawa, nggak ada itu,” kata Zaini, Senin (27/4/2026).
Zaini menegaskan, anggotanya hanya mengamankan barang yang ditinggal oleh pedagang.
Tidak ada makanan yang dijual pedagang ikut diangkut.
“Yang dibawa kursi kecil dan keranjang. Sama sekali nggak ada lontong sayur sama kikil. Kursi yang ditinggal mereka,” tegasnya.
Zaini juga mengaku tak terima ucapan Anugrah dan bisa menuntutnya. Ia menegaskan bahwa anggotanya melaksanakan tugas dan membantah menyita makanan barang dagangan pedagang.
“Yang dibawa kursi kecil dan keranjang. Sama sekali nggak ada lontong sayur sama kikil. Kursi yang ditinggal mereka. Saya juga bisa tuntut itu Anugrah bilang maling. Kita melaksanakan tugas, saya tanggung jawab penuh,” tegas Zaini.
Zaini menambahkan bahwa razia itu karena pihaknya ingin mengembalikan fungsi jalan di kawasan Karmen yang dipenuhi pedagang kaki lima (PKL).
Dan jika memang ada barang yang disita, pihaknya juga akan memberikan tanda terima.
“Saya keberatan itu disebut maling. Anggota saya melaksanakan tugas untuk mengembalikan fungsi jalan, fungsi pedestrian, sehingga barang-barang yang diambil itu kalau ada orangnya biasanya dikasih tanda terima, kalau enggak ada orangnya seperti yang disampaikan Anugerah,” terang Zaini.
“Kami tidak menakut-nakuti kalau warga itu tidak salah, kami ini sahabat warga contoh yang sudah kita lakukan membantu sepeda motor yang mogok, menangkap maling, menangkap jambret yang kita lakukan. Kalau enggak salah, kita juga humanis,” imbuhnya.
Meski tak terima, Zaini mengaku sudah menghubungi Anugrah terkait ucapannya yang menyebut Satpol PP maling karena menuduhnya sudah menyita barang dagangan pedagang.
“Saya sudah komunikasi dengan Anugrah, kita sering ketemu dengan Anugerah, sering komunikasi dan sering membantu Anugrah juga,” pungkasnya.
Sebelumnya, sebuah video yang menampilkan pedagang di Pasar Karang Menjangan (Karmen), Surabaya mengeluhkan Satpol PP saat razia beredar viral di media sosial.
Pasalnya, penertiban yang dilakukan petugas Satpol PP dianggap keterlaluan karena turut menyita dagangan makanan.
Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Jumat (24/4) pagi.
Dalam video yang beredar, tampak mantan anggota DPRD Surabaya, Anugrah Ariyadi, mendampingi para pedagang yang mengeluh atas tindakan represif oknum petugas di lapangan.
“Sampean diobrak Satpol PP kota? Nggih? Opo barange seng dijupuk? (Kamu ditertibkan Satpol PP kota? Iya? Apa barangnya yang diambil?),” tanya Anugrah kepada salah satu pedagang perempuan bermasker, seperti dikutip detikJatim, Sabtu (25/4/2026).
Pedagang tersebut mengaku keranjang dan tatakan (lapak) dagangannya diangkut petugas.
Namun, jawaban lebih mengejutkan datang dari pedagang lain.
Saat ditanya hal yang sama, mereka mengaku makanan yang hendak dijual pun turut ludes disita.
“Sayur, lontong, kaleh kikil (Sayur, lontong, sama kikil),” ujar salah satu pedagang berkerudung tersebut dengan nada lemas.
Mirisnya, para pedagang mengaku tidak dibekali surat penyitaan resmi. Petugas disebut langsung mengangkut barang dan dagangan mereka begitu saja dari lokasi.
Baca juga : Tega, Bahkan Lontong Sayur Pun Disita Satpol PP Kota Surabaya
Bantahan Kasatpol PP Surabaya itu menuai cemooh dari netizen.
Publik memgingatkan agar Kasatpol PP Surabaya ikut turun ke lapangan saat melakukan penertiban, agar dia bisa melihat pekerjaan anak buahnya, melanggar SOP apa tidak?
Akun FB Agus Sukamto menulis, “Jangan mencari Pembenaran Diri bos, makanya jika ada penertiban PKL, komandan itu Harus Turun ke bawah & menyaksikan kinerja anggota nya sesuai S.O.P tidak, jangan Hanya duduk manis di ruangan ber-AC karena Gaji kamu dari Pajak Pedagang (Masyarakat) kecil yg dipungut oleh pemerintah.
“Betul pak. Sy juga gak Terima klo bapak dibilang Maling…. Klo maling itu beroprasi saat tidak ada yang punya… Klo bapak kan tidak seperti itu. Bapak jelas ada orang nya dan sudah sempat bersitegang dengan pemilik nya… Itu bukan maling Tapi Rampok,” akun Abdul Hayyi Elshofy pun menulis komentar.
(Apam)







