BANJARMASIN // 1 Mei Hari Buruh Internasional, 2 Mei Hari Pendidikan Nasional dan 3 Mei Hari Kebebasan Pers Internasional.
Tiga Hari itu seperti tiga nada penting dalam satu lagu: kerja, belajar, dan suara kebenaran
1 Mei Hari Buruh, Momentum Pemerintah lebih memperhatikan kesejahteraan Buruh dan kepastian hukum akan hak-hak Buruh. Namun Para Buruh jangan lupa kewajibannya dan bekerja profesional.
Demikian disampaikan Prof. Dr. Ahmad Yunani SE MSi selaku Ketua Dewan Penasehat Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Kalsel, yang juga Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) ULM Banjarmasin.
Yunani mengingatkan, agar meningkatkan kemampuan dan kapasitas agar lebih berkembang dan produktivitas.
Katanya, selalu terjalin komunikasi tripartit Buruh, Pengusaha dan Pemerintah, agar Dunia Usaha makin kondusif dan Investor merasa aman berinvestasi di Indonesia dan Banua.
“Tenaga kerja Banua harus menunjukkan profesionalisme dan etos kerja yang kuat,” pesan Yunani.
Sedangkan menyinggung 2 Mei yang merupakan Hari Pendidikan, kata Yumani, momentum untuk intropeksi semua Pihak, dari Pendidikan Usia Dini, Dasar, Menengah dan Pendidikan Tinggi, agar sinergi dan keterkaitan kesinambungan kurikulum pembelajaran dan evaluasi pendidikan.
“Kualitas pendidik dan dosen harus terus ditingkatkan dan didukung pengembangan kapasitas dengan dihargai karya dan pengabdiannya,” tegas Yunani.
Dikatakan, kesejahteraan bagi Pejuang Pendidikan harus diperhatikan seimbang dengan kesejahteraan dan karir ASN lainnya. Kekurangan Guru betul-betul dipetakan dan pemerataan dari berbagai tingkatan jenjang pendidikan.
Baca juga : Kasus OTT Wartawan Rikha Kirim Surat ke DPR RI Minta RDPU
Pemerintah Pusat dan Daerah memperhatikan dan memastikan sarana dan prasarana pendidikan harus layak, termasuk akses menuju ke sekolah di berbagai kawasan diperhatikan agar tidak ada kesulitan menuju sekolah.
“Perlengkapan sekolah lebih ditingkatkan agar suasana pembelajaran lebih kondusif. Karier Tenaga Pendidik harus terus diperhatikan. Pendidikan etika dan adab Peserta Didik perlu dikedepankan dengan pendekatan humanis,” pesan Yunani.
Selain Peran Orang Tua dan Masyarakat berkolaborasi dalam mendukung pendidikan anak, jangan hanya jadi tanggung jawab Guru dan Dosen.
Standarisasi, Akreditasi dan mutu pendidikan di semua aspek dipastikan harus terlaksana, dan jangan lupa anggaran sektor pendidikan sesuai kebutuhan dan tepat sasaran agar efektif keberhasilan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal menuju Indonesia Emas.
Menyoroti Hari Kebebasan Pers Internasional tanggal 3 Mei, diharapkan Insan Pers bekerja lebih profesional, memuat berita berimbang, kualitas berita yang terukur dari sumber yang akurat.
“Berita jangan sampai menimbulkan salah persepsi dan mengiring opini yang kontradiktif terhadap pembangunan Nasional,” pesan Yunani.
Dikatakan, kesejahteraan Insan Pers diharapkan lebih baik lagi agar berita lebih mandiri dan objektif.
Diharapkan peran serta Insan Pers lebih optimal lagi dalam mendukung pembangunan Daerah dan Nasional melalui media informasi dan berita, sehingga membantu dalam kemudahan membuat kebijakan yang tepat dan mengedepankan kepentingan Masyarakat.
(Juna)







