BANJARMASIN // Perhatian terhadap persoalan Over Dimension Over Loading (ODOL) di Kalimantan Selatan, juga menjadi kepedulian yang dilakukan oleh PUSDI Kepolisian ULM (Universitas Lambung Mangkurat) Banjarmasin.
Informasi yang kami terima, Selasa (28/4/2026), Ketua PUSDI Kepolisian ULM Rahmida Erliyani menyebutkan, Pihaknya telah berhasil menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema Sinergitas Stakeholder Dalam Penanganan ODOL di Kalimantan Selatan, yang digelar Jumat 24 April 2026 di Grand Maya Hotel Jalan A. Yani km. 21 Landasan Ulin Banjarbaru.
Nara Sumber Dirlantas Polda Kalsel selaku Aparat Penegak Hukum, M. Fitri Hernadi Kadis Perhubungan Kalimantan Selatan selaku Regulator, Ir M Yasin Tholib ST MT Kadis PUPR Kalsel selaku Pengelola Jalan dan Infrastruktur, Prof Dr Ir Irfan Fitriam Radam ST MT IPU selaku Akademisi/Pakar Transportasi, dan Shinta Laksmi Dewi SE Ketua Umum KADIN Kalsel selaku Pelaku Industri.
Baca juga : Lapas Blitar Digoyang Isu Pemerasan
Moderator Rini Dwi Masmuda S Sos I CPS CPMC selaku ASN Biro Administrasi Pimpinan Setdaprov Kalsel.
Sedangkan Materi Pembahasan, yaitu : Kebijakan Nasional Penanganan Over Dimension Over Loading, Dampak ODOL Terhadap Keselamatan dan Infrastruktur, Penegakan Hukum Over Dimension Over Loading, Tantangan dan Solusi Implementasi Zero Over Dimension Over Loading, dan Strategi Kolaborasi Lintas Sektor.
Ide Pelaksanaan FGD berasal dari pemikiran Ketua Pusdi Kepolisian ULM Rahmida Erliyani yang sejalan dengan pemikiran Dirlantas Polda Kalsel Kombes Pol Dr M Fahri Siregar SIK SH MH.
Kegiatan sangat didukung oleh Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr Rosyanto Yudha Hermawan SIK SH MH dan Rektor Universitas Lambung Mangkurat Prof Dr Ahmad SE MS.
Ketua PUSDI Kepolisian ULM Rahmida Erliyani dalam sambutannya mengatakan, kebijakan Nasional untuk penanganan Over Dimension Over Loading (ODOL) di seluruh Indonesia diharapkan mencapai zero Over Dimension Over Loading tahun 2027. “Sejalan dengan kebijakan Nasional tersebut, maka kita patut bersama-sama memikirkan solusi terbaik untuk mendukung kebijakan ini,” kata Rahmida. Disebutkan, Pihaknya dari PUSDI Kepolisian ULM bekerja sama dengan POLDA Kalsel menyelenggarakan FGD, dengan harapan bukan sekedar diskusi, tetapi diskusi yang melahirkan solusi kolaboratif antar Stakeholder terkait dalam rangka penanganan Over Dimension Over Loading di Kalimantan Selatan khususnya.
(juna)







