WartaSugesti.com // GARUT – Maestro Pencak Silat yang juga aktor laga internasional, Guru Cecep Arif Rahman , menggelar Kasundan International Silat Camp (KISC) 2025, yang dirancang sebagai sebuah perjalanan spiritual untuk menyelami akar budaya dan filosofi Pencak Silat.
Pagelaran akbar Kasundan International Silat Camp (KISC) 2025 kini tengah berlangsung, mengubah Garut menjadi pusat perhatian dunia persilatan sejak resmi dibuka pada 1 Agustus lalu.
Suasana sejuk pegunungan Garut menjadi saksi bisu saat ratusan pendekar dari berbagai belahan dunia kembali menyatukan langkah dengan tanah leluhur.
Acara yang akan berlangsung hingga 8 Agustus ini bukan sekadar kamp pelatihan teknik bela diri biasa.
“Silat bukan hanya soal serangan dan pertahanan, tapi tentang keharmonisan antara tubuh, jiwa, dan alam sekitar. Kamp ini adalah tempat untuk merasakan, bukan sekadar mempelajari,” ungkap Guru Cecep dilansir dari inilah.com
Dengan semangat Ulin (bermain/bergerak), Ulik (mengkaji/mempelajari), dan Usik (mengamalkan/bertindak), para peserta diajak keluar dari zona nyaman.

Mereka tidak hanya berlatih di dalam padepokan, tetapi juga dibawa menyatu dengan alam dan budaya.
Cecep Arif Rahman adalah seorang aktor laga, atlet, dan pesilat Indonesia, yang dikenal karena perannya dalam berbagai film laga, termasuk film Hollywood.
Ia memulai karier sebagai aktor di film The Raid 2: Berandal dan kemudian membintangi film-film Hollywood seperti Star Wars: The Force Awakens dan John Wick: Chapter 3 – Parabellum.
Perannya sebagai The Assassin dalam The Raid 2: Berandal yang menggunakan kerambit, menjadi salah satu adegan yang paling diingat dalam film tersebut.
Peserta KISC berlatih di lokasi-lokasi ikonik seperti Candi Cangkuang dan kawasan Kamojang.
Peserta yang datang dari berbagai negara, termasuk Malaysia, Singapura, Jerman, Inggris, hingga Amerika Serikat, berlatih langsung di bawah bimbingan guru-guru besar lintas aliran.
Baca juga : Pencak Silat Dalam Falsafah Madura
Magnet dari sosok Cecep Arif Rahman yang telah membawakan silat ke panggung Hollywood, terbukti mampu menarik minat para praktisi global untuk datang langsung ke sumbernya.
“Pemilihan Garut sebagai lokasi bukan tanpa alasan. Sebagai jantung budaya Sunda, kota ini menawarkan ketenangan alam serta kekayaan tradisi yang mendalam, di mana silat dapat dihidupkan kembali dalam setiap gerakan dan napas,” jelas panitia penyelenggara.
Dukungan penuh dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) juga mengukuhkan posisi KISC 2025 sebagai acara strategis dalam upaya diplomasi budaya dan pelestarian warisan bangsa.
Rangkaian acara akan mencapai puncaknya pada 8 Agustus mendatang, dengan digelarnya Festival Pencak Silat dan pertunjukan budaya spektakuler.
Festival ini akan menjadi perayaan dari sepekan penuh pembelajaran, refleksi, dan penghormatan terhadap seni bela diri warisan Nusantara yang terus mendunia. (spam)







