83 / 100 Skor SEO

WartaSugesti.com // Jakarta— Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Komisariat UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menegaskan penolakannya terhadap wacana pemberian gelar pahlawan nasional kepada mantan Presiden Soeharto. Sikap itu disampaikan dalam diskusi publik bertajuk
“Menolak Gelar Pahlawan untuk Soeharto” yang digelar di Dapur Solo Resto, Matraman, Jakarta, Kamis (6/11/2025).

Diskusi ini dihadiri sejumlah aktivis 98 seperti Ansy Lema, pegiat muda Virdian Aurellio serta puluhan mahasiswa dari berbagai kampus di Jakarta. Mereka membahas secara kritis rekam jejak kepemimpinan Soeharto selama 32 tahun masa Orde Baru yang dinilai sarat pelanggaran hak asasi manusia, praktik korupsi, serta represi terhadap kebebasan sipil.

Perwakilan GMNI Komisariat UIN Jakarta dalam pernyataannya menilai bahwa pemberian gelar pahlawan kepada Soeharto merupakan bentuk distorsi sejarah dan penghinaan terhadap perjuangan rakyat serta korban yang tertindas pada masa pemerintahannya.

IMG 20251106 WA0005 GMNI UIN

“Kami menolak keras upaya pemerintah memberikan gelar pahlawan kepada Soeharto. Ia bukan simbol perjuangan, melainkan representasi dari kekuasaan yang menindas dan melanggar nilai-nilai demokrasi,” ujar perwakilan GMNI UIN Jakarta dalam forum tersebut.

Baca juga : Peringatan Sumpah Pemuda di Surabaya

GMNI UIN menilai, upaya rehabilitasi citra Soeharto justru mengaburkan kesadaran sejarah generasi muda. Menurut mereka, negara semestinya belajar dari masa lalu dan tidak menutup mata terhadap luka sejarah bangsa demi kepentingan politik sesaat.

Dalam diskusi itu, para pembicara juga menyoroti bagaimana kekuasaan Orde Baru membungkam kebebasan pers, mengekang gerakan mahasiswa, serta melakukan pelanggaran berat terhadap hak asasi manusia.

GMNI UIN Jakarta menegaskan komitmennya untuk terus mengawal nilai-nilai reformasi 1998 dan menolak segala bentuk upaya pelupaan sejarah. Mereka juga mengajak generasi muda untuk tetap kritis terhadap kebijakan negara serta berani bersuara menentang ketidakadilan.

Pewarta : Hendri Gelek