70 / 100 Skor SEO

WARTASUGESTI // Ada baiknya kita mengenal Iran usai tragedi Amerika menyerang negara bersejarah itu. Republik Islam Iran 1979, negera yang beribu kota Teheran ini dulunya dikenal dengan nama Persia. Menggabungkan unsur teokratis dan demokratis, kedaulatan tertinggi berlandaskan pada hukum Islam (Syariah) dan dikomandoi oleh seorang Pemimpin Tertinggi (Rahbar) serta presiden yang dipilih.

Rahbar Iran, Ayatollah Ali Khamenei menjabat sejak 4 Juni 1989, merupakan otoritas tertinggi yang mengawasi eksekutif, legislatif, dan yudikatif, serta bertindak sebagai Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata.

Berdasarkan laporan terbaru, Khamenei tewas dalam serangan Israel-AS pada 28 Februari 2026, mengakhiri masa jabatannya selama kurang lebih 37 tahun.

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, seorang politikus reformis dan dokter bedah jantung yang memenangkan pemilu pada Juli 2024, orang kedua terpenting yang mempraktikkan kekuasaan eksekutif dan bertanggung jawab atas konstitusi, namun tetap di bawah pengawasan Pemimpin Tertinggi.

Permusuhan Iran dan Amerika

Permusuhan antara Iran dan Amerika Serikat merupakan konflik panjang yang telah berlangsung selama lebih dari 40 tahun.

Hubungan keduanya berubah drastis dari sekutu dekat menjadi musuh bebuyutan setelah serangkaian peristiwa sejarah dan benturan kepentingan strategis.

Faktor Sejarah dan Revolusi

1. Kudeta 1953: Akar ketidakpercayaan Iran dimulai ketika CIA membantu menggulingkan Perdana Menteri Mohammad Mossadegh yang terpilih secara demokratis setelah ia menasionalisasi industri minyak Iran. AS kemudian mendukung kekuasaan otoriter Shah Mohammad Reza Pahlavi.

2. Revolusi Iran 1979: Revolusi ini menggulingkan Shah dan mendirikan Republik Islam yang dipimpin oleh Ayatollah Khomeini. Rezim baru ini mengusung ideologi anti-imperialis dan menjuluki AS sebagai “Setan Besar” karena dukungannya terhadap Shah.

3. Krisis Sandera Teheran: Pada November 1979, mahasiswa Iran menyerbu Kedutaan Besar AS di Teheran dan menyandera 52 warga Amerika selama 444 hari. Peristiwa ini menyebabkan pemutusan hubungan diplomatik formal hingga saat ini.

Program Nuklir Iran

1. AS menuduh Iran berusaha mengembangkan senjata nuklir yang dapat mengancam stabilitas global.

2. Kegagalan Perjanjian: Meski sempat ada kesepakatan nuklir (JCPOA) pada 2015, AS di bawah Donald Trump menarik diri secara sepihak pada 2018 dan memberlakukan kembali sanksi ekonomi yang berat terhadap Iran. Hal ini memicu ketegangan yang terus meningkat hingga tahun 2026.

Pengaruh Regional dan Konflik Proksi

1. Persaingan di Timur Tengah: Iran berusaha memperluas pengaruhnya di kawasan tersebut melalui dukungan terhadap kelompok-kelompok seperti Hizbullah di Lebanon dan Hamas di Palestina, yang dianggap AS sebagai organisasi teroris.

2. AS adalah sekutu utama Israel, sementara Iran menganggap Israel sebagai musuh bebuyutan dan tidak mengakui kedaulatannya.

Tekanan Ekonomi

Upaya Amerika Serikat untuk melumpuhkan ekonomi Iran melalui berbagai sanksi telah memperburuk sentimen anti-Amerika di kalangan masyarakat dan pemerintah Iran.

Baca juga : Menyerobot Tanah Rakyat oleh Noorhalis Majid

Saat ini situasi kepemimpinan di Iran sedang mengalami guncangan besar menyusul laporan pada 1 Maret 2026 bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tewas dalam serangan udara di Teheran.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian tetap menjabat sebagai presiden dan dilaporkan sedang bersiap untuk memimpin negara di tengah masa transisi setelah kematian Khamenei.

spam, dari berbagai sumber