Ujung Galuh, wartasugesti.com – Maulid Nabi adalah peringatan hari kelahiran Rasulullah, Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam / صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ (SAW), “Semoga Allah memberkati beliau dan memberikan keselamatan”, yang dirayakan oleh umat Islam setiap 12 Rabiulawal dalam penanggalan Hijriah.
Nah, setelah sekian lama kamu merayakan Maulid Nabi, tahu nggak, kapan dan di mana Rasul termulya ini milad/lahir?
Nabi Muhammad SAW lahir di kota Mekkah, wilayah Hijaz, Jazirah Arab, Senin, 12 Rabiul Awal, Tahun Gajah, sekitar tahun 570 atau 571 Masehi.
Tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW dinamakan Tahun Gajah karena bertepatan dengan peristiwa penyerangan Ka’bah di Makkah oleh pasukan bergajah yang dipimpin oleh Abrahah, penguasa Yaman kala itu.
Orang tua
Ayah Nabi Muhammad adalah seorang pedagang bernama Abdullah bin Abdul Muthalib bin Hasyim bin Abdul Manaf. (Bin artinya anak dari / anaknya)
Ibu Nabi Muhammad SAW bernama Aminah binti Wahb bin Abdu Manaf dari bani Zuhrah, salah satu keluarga terhormat di suku Quraisy.
Peristiwa luar biasa saat kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Pasukan Gajah, Kegagalan tentara bergajah pimpinan Raja Abrahah yang ingin menghancurkan Ka’bah.
Api Majusi Padam: Api abadi di Persia yang disembah oleh kaum Majusi padam seketika setelah menyala selama seribu tahun.
Istana Kisra Berguncang: Sebanyak 14 ruang atau balkon di istana Raja Persia (Kisra) runtuh akibat gempa.
Akses Jin Ditutup: Jin tidak lagi bisa mencuri berita dari langit karena dijaga ketat oleh lemparan panah api malaik
Baca juga : Muhammadiyah, Jika Dapat Undangan Tahlilan Bagaimana?
Baca juga : Kaidah Fiqih, Kotor Tak Selalu Najis
Apa tujuan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW?
Menjadikan Rasulullah sebagai pedoman
QS. Al-Ahzab Ayat 21
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ
Artinya: “Sungguh, pada (diri) Rasulullah benar-benar ada suri teladan yang baik bagimu…”
Maksud ayat ini adalah, menjadikan kehidupan Nabi Muhammad sebagai pedoman dan teladan hidup yang sempurna, materi ini seharusnya diulas setiap peringatan Maulid Nabi.
Wujud Kecintaan: Maulid Nabi adalah bentuk penghormatan dan rasa syukur atas kelahiran Rasulullah.
Meneladani Akhlak: Materi Maulid Nabi seharusnya, mengingat kembali perjuangan hidup dan perilaku mulia Nabi Muhammad agar bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Momen Kebajikan: Diisi dengan kegiatan positif seperti pembacaan shalawat, pengajian, dan amal sosial.
Di Indonesia, perayaan Maulid sering dipadukan dengan kearifan lokal yang unik di berbagai daerah, bahkan di Madura moment ini adalah hari raya.
Leluhur Nabi Muhammad SAW di Makkah memiliki posisi yang sangat terhormat, mulia, dan memegang kepemimpinan penting di tengah suku Quraisy.
Posisi dan Peran Leluhur Nabi di Makkah
Keluarga Bangsawan, Nasab Nabi Muhammad berasal dari Bani Hasyim, bagian dari suku Quraisy yang merupakan kabilah paling dihormati dan disegani di kota Makkah.
Pemegang Kepemimpinan (Sifadah dan Siqayah), Para leluhur beliau secara turun-temurun memegang posisi pemimpin dan pengurus urusan Ka’bah, termasuk penyediaan air bagi jamaah haji (Zamzam).
Qushay bin Kilab (moyang kelima) adalah tokoh yang menyatukan suku Quraisy dan memegang tampuk kepemimpinan kota Makkah (Darun Nadwah).
Abdi Manaf dan Hasyim bin Abdi Manaf (buyut Nabi) dikenal sebagai tokoh yang sangat dermawan serta merintis jalur perdagangan musim dingin dan panas bagi penduduk Makkah.
Abdul Muthalib (kakek Nabi) adalah pemimpin bijaksana suku Quraisy yang disegani, terkenal karena menggali kembali sumur Zamzam dan memimpin Makkah saat peristiwa Tentara Gajah.
Karena kemuliaan dan kebersihan garis keturunan ini, musuh-musuh Islam di Makkah pun tidak pernah meragukan atau mencela status sosial dan kehormatan nasab keluarga beliau.






