WartaSugesti.com // Pekanbaru – Koperasi Produsen Petani Sawit Makmur (Koppsa- M) menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) tahun buku 2025. Forum tertinggi dan agenda wajib koperasi yang dilaksanakan minimal setahun sekali diadakan di Hotel Pangeran, Pekanbaru pada Sabtu (14/2/2026), dimulai dari pagi hingga sore.
Para pengurus dan anggota koperasi produsen kelapa sawit yang berbasis di Desa Pangkalan Baru, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau terpantau antusias mengikuti jalannya RAT 2026 Koppsa-M.
Baca juga : Petani Kopi di Jember Laporkan Koperasi Ketajek Makmur
Kepada awak media Ketua Koppsa-M, Nusirwan menyampaikan bahwa hari ini seluruh anggota Koppsa-M melaksanakan rapat anggota tahunan, buku 2025.
“Alhamdulillah pelaksanaan RAT berjalan dengan baik dari pagi sampai sore dan RAT terfokus pada program kerja terutama revitalisasi areal kemudian peremajaan tanaman dan penyelesaian beberapa perkara hukum baik perdata maupun pidana,” ungkapnya.
Perkara perdata kata Nusirwan, Koppsa-M tengah menghadapi gugatan dari PTPN 4 regional 3 sekarang memasuki tahap yang krusial di Mahkamah Agung. Sementara terkait dengan pidana itu ada dua perkara.
“Semua permasalahan dan semua program kerja ini tadi telah disepakati dan harus ditindaklanjuti oleh pengurus secara profesional dengan berkolaborasi dengan pengawas dan menginformasikan ini secara transparan kepada seluruh anggota,” tuturnya.
Dikatakan Nusirwan, pada tahun ini Koppsa-M akan merealisasikan program-program kerja yang spesifik seperti revitalisasi kebun ataupun terkait dengan menghadapi proses-proses hukum kita di tahun 2006.
“Kami juga akan proyeksikan atau targetkan untuk melaksanakan program replanting 200 sektor pada tahun 2026 guna memacu persiapan terhadap tanaman produktif yang sekarang umurnya sudah 23 tahun tinggal 2 tahun jadi kita nanti di tahun 2028-2029 sudah punya cadangan lahan yang akan produktif,” tambahnya.
Lanjutnya, alhamdulillah tahun 2025 produksi signifikan meningkat karena memang yang pertama faktornya adalah dengan terbukanya bertambahnya areal produktif yang terbuka kemudian produktivitas juga meningkat dengan rutinnya program pemupukan perawatan dan pemeliharaan. Kemudian yang ketiga pastinya didukung penuh oleh faktor kenaikan harga TBS.
“Kami berharap petani juga meluapkan rasa kegembiraan, rasa syukur dengan produktivitas meningkat berdampak pada penghasilan yang juga meningkat,” pintanya.
Keanggotaan Koppsa-M terang Nusirwan sudah mencapai 825 jiwa dan Koppsa-M sendiri diharapkan sudah bisa naik kelas, menjadi koperasi nasional.
“InsyaAllah Koppsa-M menjadi koperasi nasional yang langsung pembinaannya di bawah Kementerian Koperasi karena Koppsa-M sendiri sudah memperoleh grade A yang menjadi salahsatu syarat untuk naik ke tingkat nasional,” pungkasnya
Penulis : Hendri







