Sejak Maret 2026, sejumlah negara sebenarnya telah melakukan penyesuaian harga BBM, begitu pun sejumlah negara tetangga di kawasan Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) atau Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara.
Kenaikan harga BBM sebenarnya lumrah terjadi karena komoditas yang satu ini dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari sisi ekonomi global hingga kebijakan domestik.
Penyebab Harga BBM Naik
1. Kenaikan Harga Minyak Dunia
Ekonomi global menjadi salah satu pemicu terjadinya kenaikan harga BBM. Biasanya, kondisi ini disebabkan ketika permintaan dunia terhadap energi sedang sangat tinggi, namun stok atau ketersediaan energi di pasar global sangat terbatas.
2. Beban Anggaran Negara (APBN)
Pemerintah Indonesia memberikan bantuan berupa subsidi agar harga BBM tetap terjangkau bagi masyarakat.
Namun, jika harga minyak dunia terus melonjak, pemerintah bisa menyesuaikan kembali atau memangkas nilai subsidi agar beban APBN tidak membengkak dan anggaran yang ada bisa digunakan untuk membiayai sektor penting lainnya.
3. Jumlah Produksi vs Konsumsi
Dulu, Indonesia mampu menghasilkan minyak mentah dalam jumlah besar, namun sekarang angka produksinya hanya di kisaran 600-700 barel per hari.
Pemerintah menghimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh kabar yang belum terverifikasi kepastiannya.
Apakah Perang Iran-Amerika Memengaruhi Kenaikan Harga BBM?
Perang yang pecah sejak 28 Februari 2026 antara Iran dan Amerika Serikat, memicu krisis energi global yang menyebabkan harga minyak mentah dunia menembus angka US$100 per barel (1 barel = 158,987 liter).
Dampak dari kenaikan harga energi ini tidak hanya dirasakan di wilayah konflik, tetapi juga meluas ke kawasan Asia dan Eropa.
Alasan utama mengapa harga energi melonjak disebabkan karena Iran memblokade Selat Hormuz, satu-satunya jalur yang menghubungkan produsen minyak di Timur Tengah dengan pasar global.
Sekitar 20-30 persen dari total kebutuhan minyak dunia, melewati jalur tersebut.
Namun karena konflik, jalur ini terganggu dan membuat distribusi energi terhambat.
Dampaknya, terjadi kenaikan harga minyak di berbagai negara karena pasokan energi global yang terbatas
Sementara di Indonesia, beredar isu bahwa kenaikan harga BBM akan diberlakukan mulai 1 April 2026, menyusul meningkatnya ketegangan konflik antara Iran dan Amerika Serikat.
Namun ternyata, kabar itu hanyalah bualan belaka karena pemerintah belum meresmikan kebijakan tersebut.
Harga BBM di Indonesia
Mengutip dari sumber, berikut adalah harga BBM nonsubsidi Pertamina yang berlaku di wilayah Jabodetabek, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara per 1 April 2026:
Pertamax (RON 92): Rp 12.300
Pertamax Green 95: Rp 12.900
Pertamax Turbo (RON 98): Rp 13.100
Dexlite (CN 51): Rp 14.200
Pertamina Dex (CN 53): Rp 14.500
Perbandingan Harga BBM ASEAN
Berdasarkan data terbaru dari laman Global Petrol Prices, berikut adalah rincian perbandingan harga BBM per liter untuk jenis Oktan 95 di sejumlah negara ASEAN per 1 April 2026:
1. Singapura
Harga bahan bakar minyak (BBM) untuk bensin di Singapura mencapai US$2,545 per liter atau Rp43.267 per liter. Sementara untuk bahan bakar diesel mencapai US$2,978 per liter atau Rp50.616 per liter.
2. Filipina
Harga bensin di Filipina mencapai US$1.588 atau sekitar Rp26.991 per liter. Sementara untuk bahan bakar diesel mencapai US$1.974 atau Rp33.551 per liter.
3. Thailand
Rata-rata harga BBM bensin di Thailand mencapai US$1.600 atau sekitar Rp27.196 per liter. Sementara harga bahan bakar diesel mencapai US$1.223 atau Rp20.788 per liter.
4. Vietnam
Harga bensin di Vietnam mencapai US$0,94 atau sekitar Rp15.974 per liter. Sementara harga bahan bakar diesel berada di angka US$1.359 atau sekitar Rp23.094 per liter.
5. Malaysia
Harga bensin di Malaysia mencapai US$0.956 atau sekitar Rp16.314 per liter. Sementara harga bahan bakar diesel mencapai US$1.364 atau Rp23,175 per liter.
6. Laos
Rata-rata harga BBM bensin di Laos mencapai US$1,779 per liter atau Rp30.226 per liter. Sementara untuk bahan bakar diesel mencapai US$1,889 per liter atau Rp32.095 per liter.
7. Taiwan
Di Taiwan, harga BBM bensin mencapai US$1.061 atau Rp18.030 per liter. Sementara harga bahan bakar diesel mencapai US$0.97 atau Rp16.484 per liter.
8. Myanmar / Burma
Rata-rata harga bensin di Laos mencapai US$1.568 per liter atau Rp26.650 per liter. Sementara untuk bahan bakar diesel mencapai US$1.741 per liter atau Rp29.591 per liter.
Indonesia tercatat sebagai salah satu negara dengan harga bensin (terutama RON 90/Pertalite dan 92/Pertamax) paling murah di ASEAN.
Berkat subsidi pemerintah yang menahan lonjakan harga akibat konflik geopolitik.
Baca juga : Publik Sorot Tambang Galian C di Jeneponto Aparat Kemana?
Pemerintah menggunakan APBN sebagai peredam (shock absorber) untuk mencegah lonjakan harga global langsung berdampak ke masyarakat.
Namun, pemerintah membatasi pembelian BBM bersubsidi untuk memastikan ketepatan sasaran dan efisiensi APBN di tengah risiko penyelundupan.
(spam)







