WAY KANAN // Bupati Way Kanan, Ayu Asalasiyah, memimpin langsung jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dalam agenda audiensi bersama Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi pusat-daerah demi mendongkrak kapasitas fiskal Kabupaten Way_Kanan.
Rombongan Pemkab, yang turut dihadiri Sekda Machiavelli Herman Tarmizi beserta para kepala perangkat daerah terkait, diterima langsung oleh Dirjen Bina Keuda Kemendagri, Agus Fatoni, beserta jajarannya.
Turut hadir dalam audiensi tersebut Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdakab, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Kepala Dinas Perkebunan, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Kepala Bagian Perekonomian dan Kepala Bagian Organisasi Setdakab Way Kanan.
Baca juga : PKN Bentuk Satgas MBG
Inti Pertemuan, Pemkab Way Kanan menyampaikan data indikator kapasitas dan kebutuhan fiskal daerah guna mengoptimalkan dukungan dana transfer pusat.
Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan keberlanjutan pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, dan penguatan ekonomi masyarakat di Way Kanan.
Menanggapi hal tersebut, Dirjen Bina Keuda Agus Fatoni menekankan bahwa akurasi data kebutuhan fiskal menjadi kunci utama penyaluran dana transfer.
Selain mengandalkan dana pusat, ia mendorong Pemkab Way_Kanan untuk aktif melakukan inovasi melalui beberapa langkah strategis:
Insentif Fiskal: Meningkatkan kinerja daerah demi meraih Dana Insentif Fiskal.
Creative Financing: Menerapkan skema pembiayaan kreatif, seperti Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).
Optimalisasi Aset & PAD: Memaksimalkan aset daerah serta melakukan ekstensifikasi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Pihak Kemendagri berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan bagi Pemkab Way_Kanan.
Melalui audiensi ini, diharapkan tercipta kolaborasi yang lebih kuat demi mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang efektif, adaptif, dan berkelanjutan di kabupaten way kanan Lampung.
(Rikki).







