WartaSugesti.com // Way Kanan – Nikman Karim, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Way Kanan dari Fraksi Demokrat, Komisi 4, Nikman Karim melontarkan kritik keras kepada sistem penanggulangan kebakaran yang dinilai masih jauh dari kata siap.
Nikman membongkar insiden kebakaran yang terjadi di Baradatu sekitar satu pekan lalu, saat itu mobil pemadam kebakaran berada di lokasi namun tidak mampu berfungsi sebagaimana mestinya karena kata dia, tidak ada airnya.
Tak ayal, suasana Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Way Kanan memanas, ketika Nikman Karim, menyampaikan pandangan umum yang menohok terkait kesiapsiagaan pemerintah daerah, Senin (24/11/2025).
“Kemarin, seminggu yang lalu, ada kebakaran di Baradatu. Ada mobil pemadam yang memang parkir di Baradatu, tapi gak ada airnya. Ngapain ada mobil pemadam kalau nggak ada air? Habis itu nanti ada alasan lain, minyaknya lah yang nggak ada,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa persoalan teknis seperti tidak adanya air maupun bahan bakar seharusnya tidak terjadi pada unit yang bertugas menyelamatkan masyarakat.
“Kepada Kasatpol PP, tolong disiapkan dan dimaksimalkan pelayanannya. Kalau nggak ada semuanya, bisa suruh camat beli minyaknya, suruh kami ini (masyarakat) beli airnya. Biar bermanfaat dan tidak ada lagi alasan. Begitu ya, Ibu Bupati,” tegasnya.
Tidak hanya menyoroti alat, Nikman juga meminta pemerintah memperhatikan kesejahteraan petugas damkar.
“Selain itu, tolong Ibu Bupati, kalau bisa honor para pemadam itu jangan terlalu rendah. Dinaikkan gajinya biar mereka juga tambah semangat,” harap Nikman.
Ia juga menyampaikan keluhan masyarakat terkait nomor layanan laporan darurat yang kerap berubah-ubah, sehingga menyulitkan warga saat membutuhkan pertolongan cepat.
“Tolong Pak Kasat pelayanannya ditingkatkan, nomor laporan itu jangan diganti-ganti. Masyarakat sudah nggak hafal, tiap bulan ganti-ganti terus. Bagaimana mau cepat laporannya!” Pungkasnya.
Baca juga : Benua Raya Tuntut Pemekaran Akibat Pembangunan Tak Merata
Kritik tersebut menjadi tamparan keras bagi instansi terkait, terutama dalam kesiapan armada dan profesionalitas pelayanan publik.
Mobil pemadam kebakaran yang seharusnya menjadi garda terdepan penanggulangan api justru tidak bisa berfungsi maksimal karena persoalan yang seharusnya bisa diantisipasi.
Tanpa ketersediaan air, bahan bakar, maupun koordinasi yang baik, semua fungsi tersebut tidak berjalan dan justru berpotensi memperbesar risiko saat terjadi kebakaran.
Melalui pernyataannya yang keras, Nikman Karim mendorong pemerintah daerah melakukan perbaikan menyeluruh mulai dari armada damkar, kesejahteraan petugas, hingga sistem pelaporan darurat yang jelas dan konsisten.
Wartawan : (Rikki)











