71 / 100 Skor SEO

WartaSugesti.com // Surabaya – Aliansi Warga Terdampak Normalisasi Sungai Kalianak, bersama ratusan warga Tambak Asri Kelurahan Morokrembangan Kecamatan Krembangan Surabaya menolak upaya Perwakilan Pemerintah Kota (Pemkot) Pahlawan, saat akan melakukan penandaan terhadap rumah-rumah yang sedianya akan digusur, Senin (23/2/2026).

Bukan tanpa alasan, penolakan itu dilakukan karena belum ada titik temu atau kesepakatan antara warga dan pemerintah kota Surabaya.

Setidaknya, menurut informasi Sumaryono, Ketua Aliansi Warga Terdampak Normalisasi Sungai Kalianak, ada sekitar 350 hingga 380 rumah di 10 RT wilayah RW 06.

Mereka berada di titik lekukan sungai, sehingga menderita dampak terparah.

Baca juga : Rapat Normalisasi Kalianak Tertutup untuk Media, Ada Apa?

Pokok Masalah

Masalah yang hingga kini belum tercapai kesepakatan adalah, warga minta pelebaran kalianak maksimal 8 meter. Sementara Pemkot bersikukuh pelebaran harus sekitar 18 meter.

“Kami mendukung normalisasi Kalianak, tapi jangan lebar-lebar, kami minta 8 meter,” pinta warga.

“18 Meter iku duduk kali mas, segoro niku, ate gawe Segoro a? (18 meter itu bukan sungai mas, laut itu, apa mau bikin laut : Jawa -red),” timpal warga lainnya.

Sementara keluhan warga, Pemkot Surabaya belum pernah mengadakan audiensi terbuka dengan warga.

Hingga berita ini tayang, belum ada titik temu atas persoalan relokasi Kalianak di Tambak Asri itu.

(spam)