70 / 100 Skor SEO

BANJARMASIN // Pendidikan profesi menjadi langkah strategis dalam mencetak Bidan yang kompeten, profesional, dan adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan serta kebutuhan masyarakat.

Demikian diungkapkan Deananda, S.Tr.Keb., M.Kes., Ketua Program Studi Diploma 3 Kebidanan STIKES Abdi Persada Banjarmasin.

“Melalui pendidikan yang terstandar, Bidan diharapkan mampu memberikan pelayanan yang aman, bermutu, serta berorientasi pada keselamatan ibu dan bayi,” ungkap Deananda.

IKLAN ANDA Di SINI
IMG 20260502 WA0008 Bidan

Dikatakan, Institusi juga mendorong pengembangan kurikulum yang tidak hanya berbasis evidence-based practice, tetapi juga sensitif terhadap aspek sosial dan budaya, terutama di daerah seperti Kalimantan Selatan.

“Dengan demikian, lulusan Bidan tidak hanya unggul secara klinis, tetapi juga mampu membangun pendekatan yang humanis dan sesuai dengan kearifan lokal,” Deananda menambahkan.

Momentum Hari Bidan Internasional 5 Mei dan Hari Bidan Nasional 24 Juni, juga menjadi penguat kolaborasi antara Institusi Pendidikan, fasilitas pelayanan kesehatan, dan Organisasi Profesi seperti Ikatan Bidan Indonesia dalam menciptakan sistem pelayanan kebidanan yang berkelanjutan dan berkualitas.

Baca juga : Wartawan Bodrex

Dengan semangat Hari Bidan Internasional, diharapkan pendidikan profesi Bidan terus berkembang sebagai fondasi utama dalam meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak di Indonesia.

Jajaran STIKES Abdi Persada mengajak seluruh Bidan untuk penguatan peran strategis Bidan, peningkatan kualitas dan keselamatan layanan dengan fokus pada keselamatan ibu dan bayi dapat menangani komplikasi melalui deteksi dini dan penanganan cepat.

“Kita dapat melakukan kolaborasi lintas sektor dan Komunitas keterlibatan masyarakat, Kader maupun Tokoh lokal. Peningkatan kompetensi berkelanjutan dengan cara aktif dalam pelatihan dan Pendidikan berkelanjutan,” pungkas dia

(Juna)