70 / 100 Skor SEO

WARTASUGESTI| Bangkalan – Sholat Idul Fitri. Nabi Muhammad, Rasulullah SAW mengatakan, “Idul Fitri menjadi hari perayaan bagi umat Islam. Idul Fitri juga disebutkan sebagai hari yang baik.

Sebagaimana hadits Rasulullah SAW:
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ كَانَ لِأَهْلِ الْجَاهِلِيَّةِ يَوْمَانِ فِي كُلِّ سَنَةٍ يَلْعَبُونَ فِيهِمَا فَلَمَّا قَدِمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ قَالَ كَانَ لَكُمْ يَوْمَانِ تَلْعَبُونَ فِيهِمَا وَقَدْ أَبْدَلَكُمْ اللَّهُ بِهِمَا خَيْرًا مِنْهُمَا يَوْمَ الْفِطْرِ وَيَوْمَ الْأَضْحَى

Artinya: “Dari Anas bin Malik, Rasulullah ﷺ bersabda, kaum jahiliyah dalam setiap tahunnya memiliki dua hari yang digunakan untuk bermain, ketika Nabi Muhammad ﷺ datang ke Madinah, Rasulullah bersabda: kalian memiliki dua hari yang biasa digunakan bermain, sesungguhnya Allah telah mengganti dua hari itu dengan hari yang lebih baik, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha” (HR Abu Dawud & an-Nasa’i).

Berapa Raka’at?
Prof. KH.Yahya Zainul Ma’arif (Buya Yahya) pengasuh Lembaga Pengembangan Dakwah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah Cirebon menjelaskan, “Sholat dua hari raya Fitri ataupun Adha berjumlah dua rakaat.” Rabu (3/4/2024).

 

Buya Yahya menyebut bahwa :
1. Sholat Idul Fitri dikerjakan dua rakaat dengan 2. Takbiratul ihram pada rakaat pertama sebanyak 7 kali
3. Takbiratul ihram pada rakaat kedua sebanyak 5 kali takbir.
4. Sholat Ied disertai dengan khutbah sesudahnya.

“Kemudian sholat Ied ada khutbahnya setelah itu, tapi kalau tidak ada ya tetap sah. Kalau terlambat dan biarpun tidak berjamaah, maka bisa tetap menunaikan sholat Idul Fitri. Jadi bukan seperti sholat Jumat yang tanpa khutbah maka tidak sah,” tutur Buya Yahya dalam Kanal Youtube resmi Ponpes Al-Bahjah Cirebon, Al-Bahjah TV.

Sebagaimana firman Allah:
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ
Artinya: “Maka dirikan lah Shalat karena Rabbmu dan berkorbanlah (karena Rabbmu)” (QS Al-Kautsar/108:2).

Waktu Pelaksanaan Sholat Idul Fitri
Pelaksanaan Sholat Idul Fitri dimulai ketika matahari terbit.

Di Indonesia, sholat Idul Fitri biasanya dilaksanakan antara jam 6.30 – 8 pagi.

Seperti disebutkan Ustad Muhammad Abduh Tuasikal, mayoritas ulama berpendapat waktu shalat Ied dimulai dari matahari setinggi tombak sampai waktu zawal (matahari bergeser ke barat).

Ibnul Qayyim mengatakan:
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa mengakhirkan shalat ‘Idul Fitri dan mempercepat pelaksanaan shalat ‘Idul Adha.

Ibnu ‘Umar yang sangat dikenal mencontoh ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah keluar menuju lapangan, kecuali hingga matahari meninggi.”

Shalat Idul Fitri agak diundur pelaksanaanya, bertujuan agar kaum muslimin masih punya kesempatan untuk menunaikan zakat fitri.

Hal tersebut juga diungkapkan oleh Syaikh Ali bin Hasan bin Ali Abdul Hamid Al-Halabi Al-Atsari dalam laman Almanhaj, mengutip Syaikh Abu Bakar Al-Jazairi:
“Waktu shalat Idul Fitri dan Idul Adha adalah dimulai dari naiknya matahari setinggi satu tombak sampai tergelincir.

“Yang paling utama, shalat Idul Adha dilakukan di awal waktu agar manusia dapat menyembelih hewan-hewan kurban mereka, sedangkan shalat Idul Fitri diakhirkan agar manusia dapat mengeluarkan zakat Fithri mereka” (Minhajul Muslim 278).

(spam)