71 / 100 Skor SEO

WartaSugesti.com// Surabaya – Seperti telah diduga oleh beberapa kalangan, Muhammad Soleh atau Cak Soleh Pentolan aksi demonstrasi Rakyat Jawa Timur Menggugat, mengumumkan pembatalan aksi menurunkan Gubernur Khofifah Indar Parawansa, yang dijadwalkan pada 3 September 2025 mendatang.

Soleh beralasan bahwa kondisi di Indonesia, termasuk di Surabaya yang akan menjadi lokasi demonstrasi, belum kondusif. Akibat kerusuhan massa anarkis yang terjadi belakangan ini.

Soleh menyampaikan pembatalan aksi itu, Senin malam, 1 September 2025, di Posko Aliansi Rakyat Jawa Timur menggugat Jl. Taman Apsari No.63, Embong Kaliasin, Kec. Genteng, Surabaya, bersama sekitar 50 orang.

“Beberapa waktu yang lalu ada suatu kegiatan yang anarkis yang dilakukan di Kantor pemerintahan baik di Gedung Negara Grahadi, Pos-Pos Polisi, dan juga di daerah yang lain sehingga mencermati hal ini tentunya rakyat Jatim apabila aksi tetap dilaksanakan pada tanggal 3 nantinya akan menimbulkan ketidak kondusifitas wilayah di Surabaya,” ujar Cak Soleh.

Soleh menjelaskan bahwa pihaknya membawa isu lokal dan tidak membawa isu nasional, melainkan membawa tuntutan pengampunan pajak kendaraan bermotor seperti Jabar, Jateng dan Banten, penghapusan pungli – pungli di sekolah negeri terutama SMA dan SMK yang menjadi kewengan Gubernur.

Baca juga : Demo di Bangkalan Madura Kondusif, Contoh SDM Berkualitas

Sebelumnya kata Soleh, dia ditemui Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A selaku Pangdam V/Brw, dan Sekda Jatim untuk membirakan terkait kondusivitas wilayah Surabaya saat ini.

“Keputusan ini sudah menjadi musyawarah semua elemen yang tergabung rakyat Jatim menggugat dan tidak ada unsur paksaan dari pihak manapun untuk itu secara resmi aksi tanggal 3 September 2025 ditunda sampai waktu yang memungkinkan,” pungkas Cak Soleh

Dengan ditundanya demo ini, Soleh mengungkapkan Posko Penggalangan Dana Aksi di Taman Apsari Surabaya dibongkar (ditutup). Dengan tenggat waktu pendirian (buka) kembali yang belum bisa ditentukan.

(Devi)