72 / 100 Skor SEO

WartaSugesti.com // Sidiarjo – Warga Dusun Banjarpooh Desa Banjarbendo Kec. Sidoarjo, mengeluhkan pengurukan dan pengaspalan di dusun banjarpooh oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sidoarjo yang tidak adil dan berdampak memutus akses jalan RT. 14, RT.13 dan pintu masuk menuju RT.38 Desa Banjarbendo.

pasalnya akibat pekerjaan PU itu,  air menggenang dan terkonsentrasi di area tersebut setinggi lutut orang dewasa.

Kamis, 11 Desember 2025 Warga menggelar rapat bersama Kepala Desa di rumah Ketua RT. 13 yang dihadiri Kepala Desa Banjarbendo,

Warga merasa kecewa dan geram dengan Dinas PU Sodoarjo, melihat pengurukan dan pengaspalan yang di pandang menimbulkan dampak baru tersebut.

“Kalau begini caranya kami akan menanam pisang di jalan terdampak genanga banjir, hanya kurang kira 160 meter tapi pengurukan tidak dilanjutkan sehingga air menggenang di area tersebut,” ujar imam perwakilan pemuda Dusun Banjarpoh.

Kamil  Warga RT.13 yang terdampak menyampaikan, mengaku kecewa bercampur marah.

Dia bersama Kepala Desa Banjarbendo Sugeng Bahagia sudah mendatangi dinas PU Rabu 10/12/2025 menanyakan kelanjutan pengurukan dan pengaspalan yang terkesan setengah setengah.

Namun kata mereka, jawaban Dinas PU  “akan diusahakan”

Awak media Wartasugesti didampingi Majid Ketua RT.13 melakukan pantauan langsung di lokasi area terdampak, dan terlihat genangan air yang masih tinggi meskipun cuaca menjelang siang hari ini cerah. Jumat (12-12-2025).

Baca juga : Dana Bantuan Khusus Desa Mojopuro Wetan Bermasalah

Dalam kesempatan tersebut Bapak Majid menyampaikan penyesalan warga, kenapa pengurukan dan pengaspalan dimulai dari arah timur seharusnya dari arah barat, karena dulu pengurukan dari arah timur jalan raya taman pinang berhenti sampai pos RT. 13.

“Seharusnya ini di lanjutkan jangan malah dibalik, hingga terkesan tdak adil menyisakan di tengah tengah antara pengurukan dan pengaspalan yang lama dengan yang baru,” ungkapnya.

Wajar kalau warga marah dan emosi pada dinas PU Sidoarjo karena menyisakan panjang 160 meter dan lebar 4 meter tidak diuruk, posisinya berada di tengah tengah antara RT 13, RT. 14 dan akses jalan menuju RT.38, yang posisinya berbatasan langsung dengan sungai Banjarpoh, dimana posisi jalan berada hampir 1 meter di bawa tanggul sungai dan ketinggian air sudah mencapai bibir tanggul.

“Dan juga berdampak satu satunya akses menuju masjid utama Banjarpoh untuk melakukan ibadah solat Jumat bagi warga sulit untuk dilalui,” tutupnya .

 

Wartawan : Mahfud