71 / 100 Skor SEO

WartaSugesti.com // Lemas setelah berbuka puasa umumnya disebabkan oleh lonjakan gula darah drastis (hipoglikemia reaktif) akibat konsumsi makanan manis berlebih, makan terlalu banyak (over eating), atau dehidrasi karena banyak minum manis

Sering kali, tubuh justru kelelahan karena harus mencerna makanan berat secara tiba-tiba setelah berpuasa seharian, memicu rasa kantuk dan kurang gairah.

Penyebab utama lemas setelah berbuka:

  • Lonjakan Gula Darah Drastis (Hipoglikemia Reaktif): Mengonsumsi takjil manis, kolak, atau minuman bersoda (karbohidrat simpleks) secara berlebihan memicu insulin naik drastis, yang kemudian membuat gula darah drop mendadak, menyebabkan lemas dan pusing.
  • Makan Berlebihan (Over eating): Makan terlalu banyak saat berbuka membuat organ pencernaan bekerja sangat keras, mengalihkan energi tubuh ke perut, sehingga anggota tubuh lain terasa lemas dan perut kembung.
  • Dehidrasi: Kurang minum air putih saat berbuka atau menggantinya hanya dengan minuman manis bisa membuat tubuh tetap dehidrasi.
  • Mengonsumsi Makanan Tinggi Lemak/MSG: Makanan berat seperti gorengan atau makanan dengan MSG tinggi akan membebani pencernaan.

Kurang Tidur: Kurang tidur selama bulan Ramadhan juga berkontribusi pada kelelahan fisik.

Cara Mengatasi:

Buka puasa dengan air putih dan kurma atau buah secukupnya, jangan langsung makan berat.

Batasi makanan manis dan gorengan.
Berhenti makan sebelum kenyang (makan dalam porsi kecil tapi bertahap).

Cukupi kebutuhan air putih (misal: 2 gelas saat buka, 2 gelas saat makan malam, 4 gelas saat sahur).

Pastikan tidur cukup.

Jika lemas berlanjut dan disertai pusing parah, segera periksa dompet anda dan pergi memeriksakan diri ke dokter

Berbuka ala Rasulullah SAW

Berbuka puasa menurut kebiasaan Nabi Muhammad ﷺ melibatkan beberapa adab dan amalan sunnah yang sangat dianjurkan untuk keberkahan ibadah.

1. Menyegerakan Berbuka (Ta’jil)
Nabi ﷺ sangat menganjurkan untuk segera berbuka begitu waktu Maghrib tiba. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa manusia akan senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka puasa.

2. Menu Berbuka Urutan Prioritas
Berdasarkan riwayat Anas bin Malik, Rasulullah ﷺ biasanya berbuka dengan urutan sebagai berikut;; Ruthab (Kurma basah/segar) dalam jumlah ganjil. Tamr (Kurma kering), jika tidak ada ruthab. dan Air Putih, jika kurma tidak tersedia sama sekali.
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُفْطِرُ عَلَى رُطَبَاتٍ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّيَ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَعَلَى تَمَرَاتٍ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ
(HR. Abu Dawud No. 2356, At-Tirmidzi No. 696)

Artinya:
“Dari Anas bin Malik, ia berkata: “Rasulullah ﷺ biasanya berbuka dengan ruthab (kurma basah) sebelum shalat (maghrib). Jika tidak ada ruthab, beliau berbuka dengan tamr (kurma kering). Dan jika tidak ada tamr, beliau meneguk beberapa teguk air.”

Adab Lainnya

Berdoa Sebelum Berbuka: Waktu menjelang berbuka adalah salah satu waktu paling mustajab (dikabulkan) untuk berdoa.

Tidak Berlebihan: Meskipun berbuka adalah momen kegembiraan, Nabi ﷺ mengajarkan untuk tidak makan secara berlebihan agar tetap ringan dalam menjalankan ibadah selanjutnya seperti shalat tarawih.

Memberi Makan Orang Berbuka: Beliau juga menganjurkan untuk memberi hidangan berbuka kepada orang lain, karena pahalanya sama dengan orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun.

Cara mengendalikan lonjakan gula darah (glucose spike) usai berbuka puasa.
– Awali buka dengan air putih
– Kurma 1–2 butir saja
– Tambahkan protein dan serat sebelum karbo besar
– Makan bertahap, jangan langsung porsi besar
– Kurangi minuman gula cair
– Kunyah perlahan

Urutan ideal:
Air → kurma → sup/sayur → protein → karbo secukupnya, agar gula darah naik perlahan, bukan melonjak tajam, sehingga puasa tetap sehat, bugar dan aman

Puasa bukan hanya soal menahan makan, tetapi tentang mengatur respons tubuh. Usai Magrib tetap harus bisa menahan nafsu, makan terkontrol gula darah seimbang.

(spam)

Baca juga : Tips Mendidik Anak Bagian 1 oleh Surya Aprilina