WartaSugesti.com // Garut – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Tegal Gede, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut Jawa Barat, kini dalam kondisi memprihatinkan.
Sejak beberapa waktu terakhir, bangunan BUMDes Tegal Gede yang semula digadang-gadang menjadi motor penggerak ekonomi desa itu kini mangkrak dan tak lagi berfungsi.
Kondisi ini menimbulkan keprihatinan mendalam di kalangan masyarakat, terutama di tengah situasi ekonomi yang semakin sulit.
Warga yang enggan disebutkan namanya mengaku kecewa atas kegagalan pemerintah desa dalam mengelola BUMDes yang dibangun menggunakan dana desa tersebut.
Baca juga : Pedagang Bakso Keliling di Bangkalan Madura Jual Sabu
Bangunan yang awalnya difungsikan sebagai tempat usaha dan kegiatan ekonomi masyarakat kini terbengkalai, dipenuhi semak, dan tidak memberikan manfaat apapun bagi warga.
“Kami tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Dulu katanya untuk meningkatkan ekonomi desa, sekarang bangunannya kosong, tidak ada aktivitas,” ujar salah satu warga, Jumat 1 Agustus 2025.
Kegagalan pengelolaan ini menuai sorotan tajam, mengingat BUMDes seharusnya menjadi lembaga ekonomi desa yang mampu mendorong pertumbuhan dan kesejahteraan masyarakat.
Warga pun menuntut adanya akuntabilitas penuh dari pemerintah desa atas kondisi ini, termasuk transparansi penggunaan dana dan pelaporan kinerja BUMDes secara terbuka.
Keberadaan dan tata kelola BUMDes telah diatur secara jelas dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa serta diperkuat melalui Permendes PDTT Nomor 11 Tahun 2021 tentang Pedoman Umum Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa.
Dalam regulasi tersebut ditegaskan pentingnya transparansi, partisipasi masyarakat, serta akuntabilitas dalam pengelolaan dana dan kegiatan BUMDes.
Pengabaian terhadap regulasi ini bukan hanya merugikan masyarakat, tetapi juga berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum bagi pihak yang bertanggung jawab. Warga pun berharap adanya audit independen terhadap keuangan dan kegiatan BUMDes Tegal Gede, serta evaluasi kinerja aparat desa yang terlibat dalam pengelolaannya.
“Jika dibiarkan terus begini, kami khawatir kepercayaan masyarakat terhadap program desa akan hilang,” tambah warga lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pemerintah Desa Tegal Gede belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi BUMDes yang terbengkalai. Masyarakat berharap pihak Kecamatan Pakenjeng dan Pemerintah Kabupaten Garut segera turun tangan untuk menindaklanjuti persoalan ini secara serius.
(Dea)







