WartaSugesti.com // Tegalgede – Suasana musyawarah antara Panitia Redistribusi, Kepala Desa, dan warga penggarap lahan eks HGU PT Condong di Desa Tegalgede, Kecamatan Pakenjeng Garut, Kamis (14/8/2025) sempat memanas hingga terjadi kericuhan.
Pertemuan yang awalnya dijadwalkan membahas kejelasan proses redistribusi lahan tersebut dihadiri oleh ratusan warga penggarap, perangkat desa, serta panitia pelaksana.
Ketegangan mulai terlihat saat beberapa warga mempertanyakan transparansi data penerima manfaat serta tahapan penentuan batas lahan.
Baca juga : SDN 1 Depok Cisompet Garut Diduga Selewengkan Dana PIP
Saksi mata menuturkan, adu argumen terjadi cukup sengit ketika perwakilan warga merasa jawaban dari pihak panitia tidak memuaskan.
Suara teriakan dan ketukan meja sempat mewarnai ruangan, bahkan situasi nyaris tak terkendali di saat panitia dan warga saling dorong dan sempat ada lemparan kursi.
Beruntung, aparat keamanan bersama tokoh masyarakat segera menenangkan massa. Setelah dilakukan mediasi singkat, musyawarah kembali dilanjutkan hingga akhir dalam keadaan kondusif namun tak memiliki kesimpulan.
Kepala Desa Tegalgede menegaskan bahwa pihaknya bersama panitia berkomitmen menjalankan program redistribusi lahan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Kami berharap semua pihak menahan diri, saling menghormati, dan mengikuti prosedur yang sudah diatur pemerintah,” ujarnya.
Hingga musyawarah berakhir, seluruh peserta pulang dengan aman. Meski insiden ricuh sempat terjadi, pihak panitia menyatakan tetap membuka ruang komunikasi untuk menyelesaikan perbedaan pendapat secara musyawarah mufakat.
Namun seluruh warga penggarap memilih keluar dan membubarkan diri karena dinilai sudah tak ada solusi, bahkan warga berniat akan. menggelar acara di Gedung DPRD.
Pewarta : Dea










