WartaSugesti.com // Bangkalan – Chief Executive Officer (CEO) PT. Bawang Mas Group H. Khairul Umam alias Haji Her menegaskan, Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program prioritas nasional yang harus dijalankan dengan niat baik dan tata kelola yang benar.
Sultan Madura itu menilai, selama ini berbagai persoalan yang muncul dalam pelaksanaan program MBG disebabkan lemahnya pengelolaan.
Haji Her katanya berkomitmen mengalokasikan keuntungan dari dapur MBGbagi kepentingan sosial.
Haji Her, bukan sekadar pengusaha biasa, namanya cukup tersohor di industri tembakau Jawa Timur.
Ia merupakan pemilik sekaligus CEO Bawang Mas Group yang memproduksi rokok.
Haji Her juga menduduki posisi sebagai Ketua Paguyuban Pelopor Petani dan Pedagang Tembakau Madura (P4TM).
Selain fokus di industri tembakau, ia juga merambah bisnis kuliner dengan mendirikan Bento Group Indonesia, di mana salah satunya berupa Bento Kopi.
Pria yang memiliki nama asli Khairul Umam ini lahir di Pamekasan pada 25 November 1981.
Melalui kemitraannya dalam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Pangeleyan, Bangkalan, Haji Her mengatakan, keuntungan program itu akan digunakan untuk membangun rumah warga miskin.
“Pengelolaan MBG ini harus dilakukan dengan baik. Kenapa selama ini banyak kasus, karena tata kelolanya tidak baik. Jadi niatkan segala sesuatunya itu dengan baik, maka hasilnya akan baik,” ungkapnya usai menghadiri peresmian groundbreaking SPPG dan peresmian gudang ketahanan pangan nasional di Bangkalan, Jumat (13/2/2026).
Sebagai mitra SPPG Pangeleyan, Haji Her menegaskan, dirinya tidak mengambil keuntungan pribadi dari dapur MBG.
Bahkan, dia menyatakan keuntungan itu sepenuhnya akan dialokasikan untuk membantu masyarakat kurang mampu, khususnya dalam pembangunan rumah tidak layak huni.
“Saya tidak mencari uang di sini. Program ini (MBG) baik, jadi jangan kita kotori dengan kepentingan pribadi. Saya haramkan mitra SPPG untuk mengurangi mutu kualitas MBG,” tegasnya.
Beberapa hari terakhir Haji Her menjadi perhatian publik setelah menyertakan uang Rp50 ribu ke dalam ompreng MBG siswa yang masuk dalam data SPPG Desa Pangeleyan.
Baca juga : Siapa Berani, Haji Her Letakkan 50 Ribu di Ribuan Ompreng MBG Bangkalan
Langkah itu disebut sebagai bentuk dukungan moral sekaligus komitmennya agar program berjalan dengan niat tulus demi generasi muda yang sehat dan cerdas
(Spam)







