82 / 100 Skor SEO

WartaSugesti.com // Bangkalan – Orang Madura itu setia kawan, tengok sejarah Raden Wijaya Sumenep dan Ronggolawe Tuban. Ada juga sejarah Raden Ario Majang Koro Bangkalan. Kalau tidak setia, bukanlah Madura. Orang Madura suka berada di majelis-majelis atau perkumpulan yang mengusung kebersamaan. Madura “kompak”.

Seorang senior wartawan di Surabaya pernah berkata kepada penulis, “kalau kita kasi pekerjaan kepada orang Madura, separuh nyawanya dia berikan untuk kita”.

Betul, itu tidak salah, namun kesetiaan ini sering dimamfaatkan oleh oknum tertentu, berlindung dibalik nama Madura yang rela bertempur demi teman.

Madura kasar?

Penulis dulu juga menyangka demikian. Sebagai anak perantauan, mengenal Madura hanya dari berita-berita Telivisi dan kehidupan di pasar tanah Benua Etam Samarinda Kalimantan Timur

Faktanya, silahkan ke Madura.

Madura itu Madduh e tenga ra_ara ( Madu di tengah padang ilalang).

Baca juga : Filosofi Pencak Silat Menurut Falsafah Madura 

Orang Madura, kalau lewat di jalan depan rumah kita, yang jalan tersebut berjarak oleh kebun atau halaman yang luas, bukan persis di depan hidung kita. Namun mereka masih mengatakan, “Glenooon”, yang artinya “peemisi”.

Bukan opini subjektif, anda bisa buktikan !.

Madura suka carok?

Ya karena mereka benar atau merasa benar, gak mau bertele-tele bersilat Lidah. Benar katakan benar salah ngaku salah, gak ribet gak ngelemes.

Madura merupakan suku yang merupakan kesatuan Nusantara. Adab dan perangainya juga dipengaruhi oleh suku-suku lain di Tanah Pertiwi ini. Baik buruk adalah tanggung jawab masing-masing.

Bersambung…………