83 / 100 Skor SEO

WartaSugesti.com | Bangkalan – Pengurus dan relawan Yayasan Gerakan Dualima Indonesia (G25 Indonesia) menemui Pengasuh Ponpes At-Ta’awun Sabilush Sholihin, Pedeng Socah Bangkalan Madura dalam rangka merealisasikan programnya, membantu berbagai kalangan yang membutuhkan. Minggu (17/3/2024)

Menurut Ketua G25 Indonesia, Dasuki Rahmad, bantuan yang diberikan berupa kebutuhan untuk takjil, buka puasa dan sahur santri selama 18 hari, sebagaimana program pada Pondok Pesantren tersebut.

“Ini masuk program social charity, jadi kita memberikan bantuan berupa beras, minyak goreng, aneka bumbu dan kebutuhan lainnya yang nominalnya sekitar 3 juta lebih,” jelas ketua G25 itu.

Bantuan itu lanjutnya, diberikan setelah melalui proses identifikasi. Santri yang mondok rata-rata berasal dari keluarga yang secara ekonomi kurang mampu.

Kemudian diketahui, bahwa santri yang mondok di Ponpes itu ada dari Bangkalan dan luar Bangkalan, dan mahasiswa yang kuliah di Universitas Trunojoyo Madura (UTM).

G25
Foto : Pengurus dan relawan G25 Indonesia menemui Pengasuh Ponpes At-Ta’awun Sabilush Sholihin, Pedeng Socah Bangkalan Madura.

“Makanya, setelah melalui identifikasi itu, lalu kita rapatkan dan kita putuskan untuk memberikan bantuan,” tandas Dasuki.

Sebelumnya kata Dasuki, para santri di Pondok Pesantren tersebut juga telah mendapatkan bantuan penunjang pendidikan, berupa pemberian alat tulis dan beberapa kebutuhan sekolah lainnya.

“Semoga bantuan ini bermanfaat, dan kelak santri-santri yang dibantu bisa menjadi generasi yang sukses dan bermanfaat juga untuk sesama,” harapnya.

Ketua PA GMNI Kabupaten Bangkalan ini mengungkapkan, pemberian bantuan dari G25 Indonesia mendapat respon yang positif dari Pengasuh Ponpes Pondok Pesantren yang dituju.

Kedatangan relawan G25 Indonesia disambut langsung oleh Pengasuh Ponpes, KH. Moh. Mansyur, beserta putranya Ra Ulul Albab. Sedangkan dari G25 Indonesia turut hadir sejumlah relawan, termasuk juga ada dari Ikatan Mahasiswa Socah (IKMS). (met)