WartaSugesti.com // Surabaya – Aliansi Madura Indonesia (AMI) mencium adanya permainan petugas lapas dan rutan di Jawa Timur. Mereka diduga menutup-nutupi dan bahkan dengan sengaja melindungi praktik pungli, peredaran HP, serta penyalahgunaan sabu-sabu.
“Ini mencederai semangat reformasi birokrasi,” ujar Ketua Umum Aliansi Madura Indonesia Baihaki Akbar.
Menyikapi itu, Aliansi Madura Indonesia akan menggelar aksi demonstrasi besar-besaran dalam waktu dekat, di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Jawa Timur dan Kantor DPRD Provinsi Jawa Timur.
Ketua Umum AMI, Baihaki Akbar, dalam keterangannya kepada awak media (11/6/2025), menyebut bahwa beberapa lapas dan rutan di Jawa Timur telah berubah layaknya ‘Las Vegas’, tempat di mana segala bentuk pelanggaran hukum dibiarkan begitu saja.
Dalam pernyataan tegasnya, Baihaki menyampaikan bahwa AMI menuntut pemecatan tidak hormat terhadap seluruh oknum sipir dan pejabat lapas yang terbukti melakukan pelanggaran.
“Kami tidak ingin warga binaan di lapas dan rutan menjadi korban ketamakan aparat. Jika ada sipir yang justru jadi pemasok narkoba, harus segera dicopot, dipecat dan dipenjarakan. Jangan biarkan lapas dan rutan jadi ladang bisnis gelap!” tegasnya.
Baca juga : AMI Desak Gubernur Jatim Tindak Kepala ESDM yang Diduga Lakukan Pungli
AMI juga menyerukan agar Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, Komisi III DPR RI, Komisi XIII DPR RI dan Komisi A DPRD Provinsi jawa timur turun tangan langsung untuk melakukan investigasi independen dan terbuka.
Sementara itu, AMI juga mengingatkan agar pemerintah, khususnya Presiden Republik Indonesia, tidak menutup mata terhadap tudingan ini.
Menurut mereka, jika pemerintah tidak segera menanggapi, maka akan memperparah krisis kepercayaan publik terhadap lembaga negara.
“Jika tidak segera ditangani, publik akan berpikir bahwa pemerintah sengaja membiarkan praktik-praktik kotor ini terjadi. Kami akan terus bergerak jika tidak ada tindakan nyata,” tutup Baihaki. (spam)







