BANJARMASIN // Bertepatan dengan momentum selepas Shalat Jumat, 22 Mei 2026, para amil dan pegiat kemanusiaan dari berbagai Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZ) anggota Forum Zakat (FOZ) Wilayah Kalimantan Selatan menggelar aksi solidaritas bertajuk “Berisik untuk Global Sumud Flotilla” di Bundaran Kayutangi, tepatnya di seberang Masjid Hasanuddin Majedi, Banjarmasin.
Perwakilan LAZ yang turut hadir dalam aksi tersebut di antaranya berasal dari LMI, Rumah Zakat, DT Peduli, Sahabat Yatim, Griya Yatim dan Dhuafa, serta Yakesma.
Kehadiran berbagai lembaga ini menjadi simbol persatuan dan kepedulian bersama dalam menyuarakan isu kemanusiaan Palestina.
Aksi tersebut menjadi bentuk respon dan sikap resmi para penggerak zakat, infak, sedekah (ZIS), serta pegiat filantropi di Kalimantan Selatan atas penangkapan ratusan aktivis kemanusiaan Global Sumud Flotilla oleh Zionis Israel di perairan internasional.
Kepala Bidang Advokasi dan Aksi Forum Zakat Wilayah Kalimantan Selatan, Alfin, menyampaikan bahwa meskipun para aktivis, termasuk sembilan Warga Negara Indonesia (WNI), telah dibebaskan.
Hal itu tidak mengurangi semangat solidaritas dan kepedulian terhadap perjuangan kemanusiaan Palestina.
“Aksi hari ini adalah bentuk kepedulian dan sikap tegas kami terhadap tindakan yang tidak dapat dibenarkan dari sisi kemanusiaan. Masyarakat perlu mengetahui bahwa para aktivis kemanusiaan yang ditangkap juga mengalami berbagai tindakan kekerasan fisik, mulai dari pukulan, tendangan, hingga penyetruman menggunakan alat kejut. Tindakan semacam ini tidak boleh kembali terjadi di kemudian hari,” ungkap Alfin.
Sementara itu, Ketua Forum Zakat Wilayah Kalimantan Selatan, Nordiansyah, mengatakan bahwa aksi tersebut merupakan bukti nyata komitmen Forum Zakat dalam mendukung kemerdekaan Palestina dan memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan.
“Alhamdulillah, aksi ini menjadi bukti nyata bahwa Forum Zakat Kalimantan Selatan terus mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina. Forum Zakat sebagai wadah berbagai Lembaga Amil Zakat menyatukan hati, semangat, dan visi untuk kemaslahatan umat. Terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat. Semoga menjadi amal kebaikan bagi semuanya,” ujarnya.
Aksi solidaritas tersebut juga diikuti oleh dosen sekaligus pemerhati isu kemanusiaan Palestina, Andriani.
Ia menilai aksi kepedulian terhadap Palestina perlu terus digaungkan karena kekerasan dan genosida yang terjadi di Palestina hingga saat ini tidak pernah berhenti.
“Aksi kepedulian terhadap Palestina harus terus disuarakan karena kekejaman dan genosida di sana terus berlangsung tanpa jeda. Kegiatan yang diinisiasi Forum Zakat hari ini menunjukkan bahwa lembaga NGO Islam di Indonesia tidak pernah lelah untuk terus berisik demi Palestina. Para relawan Indonesia yang sempat ditangkap di perairan internasional selain wartawan, sebagian juga merupakan aktivis lembaga zakat atau NGO Islam. Mereka memahami risikonya, namun tetap memilih pergi demi menunjukkan kepedulian dan membuka mata dunia terhadap kekejaman Zionis Israel. Saya sangat mengapresiasi dan mendukung kepedulian para relawan serta aktivis NGO di Indonesia maupun dunia. Semoga masyarakat Indonesia terus tergerak hatinya untuk peduli kepada saudara-saudara kita di Palestina,” tuturnya.
Meski berlangsung di bawah terik matahari, aksi berjalan dengan lancar dan penuh semangat. Para peserta tetap antusias menyuarakan solidaritas serta dukungan kemanusiaan bagi rakyat Palestina.
(Juna)







