76 / 100 Skor SEO

Balikpapan // Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) menegaskan komitmennya untuk mempercepat penyelesaian persoalan air bersih melalui program besar Transformasi PTMB 2026. Program tersebut dirancang sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan air bersih yang lebih andal, merata, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Direktur Utama PTMB, Saharuddin, menjelaskan bahwa transformasi yang dijalankan bukan sekadar perubahan administratif, melainkan pembenahan menyeluruh mulai dari sumber air hingga pelayanan kepada pelanggan.

Fokus utama diarahkan pada peningkatan produksi, efisiensi distribusi, pengurangan kebocoran jaringan, serta penguatan layanan berbasis digital.

PTMB mencatat produksi air mencapai 46,6 juta meter kubik dengan cakupan layanan sebesar 79,32 persen.

Meski demikian, perusahaan menilai masih diperlukan percepatan perbaikan karena sejumlah wilayah masih mengalami tekanan air rendah dan pasokan yang belum optimal.

Oleh karena itu, tahun 2026 ditetapkan sebagai fase akselerasi untuk memperluas dan meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.

Baca juga : Debt Collector Tak Bisa Tagih Utang Sembarangan Ini Aturannya

Sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pasokan air, PTMB melakukan optimalisasi Waduk Manggar guna meningkatkan kapasitas produksi. Selain itu, perusahaan juga menyiapkan eksplorasi sumur dalam sebagai sumber cadangan strategis, khususnya untuk wilayah timur dan utara Balikpapan.

Langkah ini dinilai penting untuk mengantisipasi musim kemarau dan meningkatnya kebutuhan air seiring pertumbuhan kota.

Di sektor distribusi, PTMB meluncurkan program “Perang Melawan Kebocoran” dengan target menekan tingkat kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW) hingga 28,48 persen.

Program tersebut dibarengi dengan penggantian lebih dari 32.500 meter pelanggan guna meningkatkan efisiensi jaringan distribusi.

Upaya ini diharapkan mampu menambah volume air yang tersalurkan kepada masyarakat tanpa harus selalu membangun instalasi produksi baru.

Selain pembenahan infrastruktur, PTMB juga memperluas akses layanan melalui penambahan sambungan rumah baru yang difokuskan pada wilayah prioritas dan masyarakat berpenghasilan rendah.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan pemerataan akses air bersih sebagai layanan dasar yang dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat.

Transformasi PTMB 2026 turut didukung penguatan sistem digital yang terintegrasi. Pengembangan satu sumber data yang akurat diharapkan mampu mempercepat proses pengambilan keputusan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan pelanggan.

Melalui digitalisasi pelaporan, masyarakat juga diharapkan memperoleh respons yang lebih cepat ketika terjadi gangguan layanan.

PTMB menegaskan bahwa transformasi ini bertujuan menghadirkan perubahan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, mulai dari tekanan air yang lebih stabil, informasi gangguan yang lebih transparan, hingga penanganan keluhan yang lebih cepat dan tepat.

Untuk mendukung keberlanjutan program, perusahaan juga memperkuat tata kelola dan efisiensi internal agar peningkatan layanan dapat berlangsung secara konsisten dalam jangka panjang.

Menurut PTMB, keberhasilan transformasi sektor air bersih memiliki arti strategis bagi Balikpapan karena air bersih merupakan fondasi penting bagi kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, dan kualitas hidup warga.

Melalui program ini, perusahaan berharap persoalan air bersih dapat diselesaikan secara sistematis dan terukur sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.

PTMB juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif menjaga fasilitas air bersih dan melaporkan kebocoran yang ditemukan di lingkungan sekitar.

Sinergi antara perusahaan dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan sistem layanan air yang lebih handal, modern, dan berkelanjutan bagi Kota Balikpapan.

(Edy)