71 / 100 Skor SEO

WartaSugesti.com // Bogor – Gerakan literasi rakyat tumbuh di Desa Cikarawang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, melalui inisiatif komunitas Lapak Baca Literakyat. Komunitas ini hadir sebagai ruang belajar bersama bagi warga desa, mahasiswa, dan pemuda untuk membaca, berdiskusi, serta bertukar gagasan mengenai masa depan desa dan masyarakat. Kegiatan ini sudah rutin dilakukan sejak Juli 2025.

Kegiatan Literakyat berawal dari keresahan terhadap melemahnya fungsi sosial desa yang selama ini dikenal dengan semangat gotong royong dan solidaritas. Para penggagas melihat bahwa masyarakat kini dihadapkan pada arus besar kapitalisme yang mendorong komersialisasi ruang hidup dan menjauhkan rakyat dari nilai kebersamaan.

Dari kesadaran inilah, Lapak Baca Literakyat dibentuk sebagai wadah perlawanan kultural dan intelektual.

“Kapitalisme tidak hanya menguasai ekonomi, tetapi juga memengaruhi cara kita berpikir dan berinteraksi. Literasi menjadi jalan untuk memulihkan kesadaran rakyat agar tidak kehilangan arah,” ujar Bung Apri selaku inisiator Literakyat dalam kegiatan lapak baca di halaman balai desa.

Lapak Baca Literakyat mengusung konsep ruang terbuka dan bebas akses. Warga dapat meminjam buku, berdiskusi, atau sekadar berbincang santai tentang isu sosial, politik desa, dan lingkungan. Buku-buku yang tersedia meliputi topik sejarah gerakan rakyat, agraria, ekonomi politik, hingga sastra dan filsafat. Semua disediakan untuk memperluas wawasan dan menghidupkan kembali tradisi berpikir kritis di tingkat akar rumput.

Selain menyediakan bacaan, Literakyat juga rutin mengadakan kegiatan seperti diskusi publik, kelas menulis, pemutaran film dokumenter, hingga forum musyawarah desa. Tujuannya bukan sekadar membaca, tetapi juga mengaitkan pengetahuan dengan realitas sosial yang dihadapi masyarakat. Salah satu fokus utama komunitas ini adalah isu alih fungsi lahan di Cikarawang yang berdampak pada masyarakat dan ekologi desa.

Baca juga : Makrub Wartawan Celurit News Laporkan Penganiayaan Wakil Ketua DPRD Bangkalan

Menurut para anggota, Literakyat tidak ingin menjadi gerakan elitis. Mereka menegaskan bahwa literasi bukan hanya urusan akademisi, tetapi kebutuhan rakyat untuk memahami dan mengubah kondisi hidupnya.

“Kita ingin desa menjadi tempat lahirnya gagasan, bukan hanya tempat menunggu kebijakan dari luar,” kata seorang relawan muda Literakyat.

Lapak Baca Literakyat diharapkan dapat berkembang menjadi pusat pergerakan intelektual desa. Melalui bacaan dan diskusi, komunitas ini berupaya membangun kesadaran kolektif bahwa pendidikan dan pemikiran kritis adalah langkah awal untuk menumbuhkan kemandirian rakyat.

Dengan semangat gotong royong, Literakyat menjadi simbol perlawanan terhadap ketimpangan dan komersialisasi ruang hidup desa. Dari sebuah lapak sederhana di sudut Cikarawang, harapan baru tumbuh: desa yang sadar, mandiri, dan berdaulat atas pengetahuannya sendiri. (AW)