Wartasugesti.com, Pekanbaru – Ikatan Perawat Dialisis Indonesia (IPDI) Wilayah Riau menggelar pertemuan ilmiah tahunan wilayah II di Balroom Hotel Aryaduta Pekanbaru, Ahad (16/8/2026).
Pertemuan ilmiah yang berlangsung selama 2 hari, dan dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zulkifli, Kadis Kesehatan Kota Pekanbaru, ketua PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) Provinsi Riau, Ketua PPN Kota Pekanbaru dan peserta dari perwakilan 12 kabupaten/kota di Riau.
“Alhamdulillah IPDI Riau sudah rutin melaksanakan kegiatan pertemuan ilmiah di provinsi Riau dan ini kegiatan kita yang kedua kalinya, sebelumnya pada tahun 2025,” ujar Ketua PW IPDi Riau, Ns. Ripandra Duper, S.Kep kepada awak media
Ripandra menyebut, kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan kompetensi perawat agar benar-benar perawat HD itu bekerja sesuai ranahnya, dan keselamatan pasien bisa terjaga.
“Penyakit yang menjadi konsen nasional adalah KJSU dan pasien dialisis termasuk di dalam KJSU. KJSU itu adalah kanker jantung kemudian stroke dan uronefrologi. Kita ketahui bersama bahwa penyakit gagal ginjal kronis hari ini luar biasa besarnya menghabiskan hampir 7 triliun untuk penanganan gagal ginjal kronik terutama HD,” ungkapnya.
Baca juga : Bagaimana Kalau Dipukul Orang?
Lanjut Ripandra, kita tidak hanya melakukan pada kuratif saja pengobatannya, tapi tentu kita fokus kepada promotif dan terpenting yang bagaimana kita mencegah penyakit gagal ginjal kronik.
“Kita berharap setelah kembali dari kegiatan ini teman-teman bisa mengembangkan ilmu yang mereka dapat. Salahsatu materi yang kita paparkan kepada teman-teman adalah bagaimana mengembangkan potensi teman-teman perawat, kedua bagaimana teman-teman bisa fokus pada pencegahan infeksi, komplikasi pada posisi cedera tidak terjadi,” tandasnya.
Sementara itu Ketua Panitia pertemuan ilmiah, Husnul Umam mengatakan rangkaian pertemuan ilmiah tahunan PW IPDI Riau tahun 2026 yang pertama workshop CRRT itu merupakan terapi pengganti ginjal pada pasien-pasien yang kritis.
Biasa kita lakukan di ICU dan ini adalah salah satu terapi yang sangat membantu pada pasien-pasien yang mengalami gangguan ginjal dalam kondisi kritis,” ucap Umam.
Dikatakannya, malam tadi PW IPDI Riau juga melakukan malam keakraban dengan seluruh perawat dialisis yang ada di provinsi Riau, “karena hal ini mungkin sangat jarang terjadi kita bisa mengumpulkan teman sejawat sesama perawat dialisis Riau berkumpul dalam satu wadah bersilaturahmi kemudian berbagi pengalaman dan saling mempererat tali persaudaraan antara kita,” bebernya.
Acara hari ini lanjut Umam, adalah acara puncaknya yaitu simposium. Simposium dengan 4 narasumber di antaranya ada ibu Umi Eliawati kemudian ada Bapak Samsul Bahri kemudian ada ibu Winarsih dan Dokter Rayendra spesialis penyakit dalam.
“Semua materi yang kita buat ini adalah salah satu peningkatan usaha kita sebagai perawat untuk meningkatkan kompetensi teman-teman semuanya sehingga nanti teman-teman selesai dari acara ini mampu menerapkan dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada pasien yang ada di daerah masing-masing,” pungkasnya.
(Hendri)






