WartaSugesti.com // BALIKPAPAN – Pria paruh baya berinisial SK [52] disebut mengalami 6 luka bacok di bagian kepala. Untungnya tidak terlalu dalam sehingga tengkorak korban tidak mengalami patah tulang.
Menurut dokter, luka hanya mengenai permukaan kulit dan otot saja.
“Luka bacok terdapat di puncak kepala. Jumlahnya ada enam luka di kepala,” ungkap Dokter Forensik RSKD Balikpapan, dr. Heryadi Bawono Putro, dirilis dari Kaltimkita.
Dokter Heryadi menjelaskan, kemungkinan bacokan dilakukan dengan terburu-buru oleh pelaku.

Perawatan untuk penjahitan dijadwalkan dilakukan di kamar operasi.
“Kondisi korban baik-baik saja, sehat, dan sadar. Namun memang mengeluhkan kondisi sedikit pusing,” tambah dr. Heryadi.
SK adalah Pegawai Kantor Pos KCP Sepinggan Balikpapan. Dia menjadi menjadi korban pencurian dengan kekerasan pada Sabtu (13/12/2025).
Manajer Administrasi Umum Kantor Pos KCP Sepinggan Balikpapan, Safrudin menjelaskan bahwa korban bekerja sendirian di kantor pos tersebut.
Safrudin juga mengungkapkan bahwa CCTV sedang dalam kondisi rusak sehingga tidak dapat merekam kejadian.
Terkait kerugian, Safrudin menyatakan masih dalam proses perhitungan.
Kata dia, kerugian berupa uang yang merupakan setoran pada hari kejadian, yaitu penerimaan hari itu saja.
Ia juga mengonfirmasi adanya kerusakan di bagian belakang kantor pos yang merupakan area tanah kosong.
“Untuk operasional Kantor Pos ini, nanti akan kami konfirmasi kepada atasan. Kemungkinan akan ditutup terlebih dahulu sementara waktu,” ujar Safrudin.
Sementara, Kanit Reskrim Polsek Balikpapan Selatan, IPTU Iskandar Ilham, memaparkan hasil olah TKP dugaan sementara adalah pencurian dengan kekerasan.
Tim Inafis mengamankan beberapa barang bukti dalam penyelidikan kasus ini.
“Tim Inafis mengamankan beberapa barang bukti, salah satunya sebilah parang,” kata Iskandar
Namun pihaknya belum mengetahui apakah parang tersebut milik korban atau milik terduga pelaku.
Baca juga : 2 Satpam di Bintaro Dikeroyok Pedagang Kerupuk
Lebih lanjut untuk kerusakan fisik bangunan, ditemukan di bagian belakang Kantor Pos.
Selain itu, beberapa sidik jari berhasil diamankan dan akan diperiksa oleh tim Inafis untuk identifikasi pelaku.
Barang bukti lain yang diamankan adalah handphone dan uang pecahan Rp60 ribu, terdiri dari satu lembar pecahan Rp50 ribu dan dua lembar pecahan Rp5 ribu.
Iskandar menjelaskan bahwa handphone yang diamankan berjumlah dua unit dan diketahui merupakan milik korban.
Untuk sementara waktu, barang yang hilang adalah uang dan jumlah pastinya masih akan dihitung lebih lanjut.
“Sementara itu, kami dibackup oleh Jatanras Polda Kaltim, Polresta Balikpapan, serta anggota dari wilayah Balikpapan Selatan,” pungkasnya (spam)











